"Kami melihat kondisi nyata budaya kita. Kami lebih memilih melewati jalur pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat," kata Prabowo dalam debat dengan tema 'Meningkatkan Kualitas Hidup Manusia Indonesia' di Hotel Bidakara, Jaksel, Selasa (30/6/2009). Debat dimoderatori Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Dr Fachmi Idris.
Sementara itu, Boediono secara tegas menolak pembatasan laju pertumbuhan penduduk lewat sebuah undang-undang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cawapres SBY ini pun lebih memilih meredam laju pertumbuhan penduduk lewat program, seperti merevitalisasi program Keluarga Berencana (KB).
"Ini harus dilakukan dengan waktu yang sesingkat-singkatnya dan anggaran yang cukup," ujarnya.
Hal yang agak berbeda disampaikan Wiranto. Saat didesak pertanyaan berapa jumlah anak yang seharusnya tertulis dalam undang-undang, Ketua Umum Hanura ini menjawab 2 anak.
"Dalam pertumbuhan yang ekstrim, 2 anak cukup," jawabnya.
Namun desakan pertanyaan yang menjurus ke undang-undang itu diprotes oleh Wiranto, yang mendapatkan kesempatan pertama dalam menjawab pertanyaan. Sebab, hal itu mengesankan ia setuju dengan pembatasan laju pertumbuhan lewat undang-undang.
"UU memang belum diperlukan. Tapi kan saya ditanya, berapa anak? Ya saya jawab itu. Pertanyaannya tidak sama," protes Wiranto setelah mendengar opini moderator yang mengatakan jawaban Wiranto berbeda sendiri dari yang lain.
(sho/lrn)











































