Pemerintah Rusia mengingatkan bahwa negara-negara Eropa mana pun yang menerima penempatan pesawat pengebom strategis Prancis, akan menjadikan negara mereka target serangan oleh pasukan Rusia, jika terjadi konflik.
Sebelumnya, Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan rencana untuk memperluas persenjataan nuklir negara itu. Macron mengatakan Prancis mungkin mengizinkan negara-negara mitra Eropa untuk menampung pesawat-pesawatnya yang mampu membawa senjata nuklir.
Dilansir kantor berita Reuters dan Al Arabiya, Jumat (24/4/2026), Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Alexander Grushko mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Kamis (23/4), bahwa hal tersebut adalah bagian dari "peningkatan yang tidak terkendali" dari potensi nuklir NATO, yang menimbulkan ancaman strategis bagi Rusia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menekankan kekhawatiran Moskow tentang potensi penempatan nuklir Prancis di negara-negara Eropa lainnya. Macron mengatakan bahwa pemerintahnya sedang membahas pengaturan tersebut dengan Inggris, Jerman, Polandia, Belanda, Belgia, Yunani, Swedia, dan Denmark.
"Jelas, militer kita akan dipaksa untuk memperhatikan masalah ini dengan saksama dalam konteks memperbarui daftar target prioritas jika terjadi konflik besar," kata Grushko kepada media pemerintah Russia Today.
"Akibatnya, alih-alih penguatan pertahanan sekutu yang dinyatakan Prancis -- yang kebetulan, tidak mereka berikan jaminan yang pasti -- keamanan negara-negara ini justru melemah," imbuhnya.
Inisiatif Macron merupakan bagian dari upaya anggota NATO Eropa untuk mengambil lebih banyak tanggung jawab atas pertahanan mereka sendiri, setelah seringnya kritik terhadap aliansi tersebut dari Presiden AS Donald Trump.










































