Hal itu disampaikan SBY di hadapan ribuan simpatisan saat kampanye tertutup di GOR Dome Convention Center, Balikpapan, Kalimantan Timur, Minggu (28/6/2009).
SBY menilai curhat JK yang mengaku memarahi Boediono terkait proyek listrik tersebut merupakan serangan yang tidak tepat. Capres nomor urut dua ini menjelaskan, presidenlah yang mengambil keputusan dalam proyek pembangunan listrik 10 ribu megawatt.
Boediono yang merupakan anggota kabinet saat itu hanya bersifat memberi saran. Mitra dari luar ngeri awalnya tidak meminta garansi atas proyek listrik tersebut. Namun tiba-tiba mitra itu minta garansi dari garansi luna, kuat dan akhirnya garansi penuh. Boediono kurang setuju negara memberi jaminan pada proyek swasta tersebut.
"Ketika ada saran dari menteri tertentu dan dibuka ke publik ini tidaklah etis, ini persoalan internal. Tidak boleh dinamika itu dinilai sebagai kejelekan sebagai hal-hal yang tidak tepat para menteri kabinet juga ingin berbuat baik," kata SBY yang mengenakan baju warna biru.
SBY tiba di Dome disambut dengan tari tradisional dayak, barongsay dan reog. GOR Dome tidak mampu menampung simpatisan yang ingin mengikuti kampanye tertutup SBY tersebut. Massa yang tak tertampung menunggu di tempat parkir. (iy/ken)











































