"Isu itu tidak benar. Mungkin nanti dari kami akan cari tahu siapa yang menyebarkanluaskan isu tersebut saya berharap isu itu bukan berasal dari tim kampanye lawan SBY-Boediono," ujar salah satu angota tim kampanye nasional SBY-Boediono, Hayono Isman.
Hal itu disampaikan Hayono di Graha Lumbung Informasi Rakyat (LIRA), Jl Dr Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suparman yang juga teman dekat Mubarok lantas diklarifikasi. Ternyata Suparman mengatakan bahwa asalnya dia diwawancara wartawan tabloid tentang sosok Boediono.
"Dulu dia (Suparman) ditanya wartawan tabloid. Saya lupa tabloidnya. Terus dia bilang begini 'Bagi orang Jawa, agama itu tidak penting. Yang penting itu akhlaknya, baik atau buruk. Jadi agama tidak penting. Nah tapi ditulisnya di tabloid itu istri Budiono itu nonmuslim'," ujar Mubarok kepada detikcom menirukan Suparman.
Berawal dari situ, imbuh dia, kemudian berkembang ke mana-mana sampai sekarang kendati isu itu tidak benar. Mubarok mengatakan bukti-bukti yang ada Herawati adalah muslimah.
Buktinya apa?
"Lo jelas di KTP, di akte, dia itu muslimah. Dulu juga ada orang yang nanya sama saya istrinya Boerdino itu Islam atau tidak. Terus saya jawab 'lha ini orangnya lagi salat sama saya. Jadi itu tidak benar," tegas Mubarok.
Dia menambahkan isu serupa pernah menimpa istri SBY, Ani Yudhoyono saat Pemilu tahun 2004 lalu. Saat itu Ani yang bernama lengkap Kristiani Herawati juga disebutkan beragama Nasrani.
(nwk/nrl)











































