RI Harus Belajar dari Krisis Iran Pasca Pilpres

RI Harus Belajar dari Krisis Iran Pasca Pilpres

- detikNews
Rabu, 24 Jun 2009 17:38 WIB
RI Harus Belajar dari Krisis Iran Pasca Pilpres
Jakarta - Konflik berkepanjangan melanda Iran usai pemilihan presiden yang kembali dimenangkan Presiden Mahmoud Ahmadinejad. Peristiwa ini hendaknya menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia yang sebentar lagi mengadakan hajatan serupa.

"Konflik pasca Pilpres di Iran dapat dipertimbangkan sebagai media pembelajaran dan pendidikan politik oleh bangsa ini terutama menjelang Pilpres Juli yang akan datang agar berkompetisi secara wajar, elegan,danΒ  tidak saling menyerang apalagi berbuat tidak fair, sehingga rakyat dapat menerima apapun hasilnya nanti," kata Irgan Chairul Mahfiz.

Hal tersebut disampaikan Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu kepada detikcom, Rabu (24/6/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diharapkan Irgan, semua pihak sangat penting mengedepankan ide-ide dan program yang realistis, tidak sekadar slogan saja. Para kandidat juga diimbau mampu menawarkan solusi berbagai masalah utama seperti TKI, pengangguran, kemiskinan, dan korupsi.

Menurut Irgan, jangan sampai para kandidat berserta tim suksesnya saling mendelegitimasi. Hal tersebut akan menimbulkan persoalan baru yang sangat kontraproduktif bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat.

"Kita semua berharap semua pihak harus dalam posisi siap menang dan siap kalah, dan menerimanya sebagai sebuah keniscayaan, dengan demikian demokrasi yang sedang berkembang ini tidak kembali redup, dan semangatΒ  reformasi tidak akan kehilangan maknanya," pungkasnya.
(irw/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads