"Konflik pasca Pilpres di Iran dapat dipertimbangkan sebagai media pembelajaran dan pendidikan politik oleh bangsa ini terutama menjelang Pilpres Juli yang akan datang agar berkompetisi secara wajar, elegan,danΒ tidak saling menyerang apalagi berbuat tidak fair, sehingga rakyat dapat menerima apapun hasilnya nanti," kata Irgan Chairul Mahfiz.
Hal tersebut disampaikan Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu kepada detikcom, Rabu (24/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Irgan, jangan sampai para kandidat berserta tim suksesnya saling mendelegitimasi. Hal tersebut akan menimbulkan persoalan baru yang sangat kontraproduktif bagi pembangunan kesejahteraan masyarakat.
"Kita semua berharap semua pihak harus dalam posisi siap menang dan siap kalah, dan menerimanya sebagai sebuah keniscayaan, dengan demikian demokrasi yang sedang berkembang ini tidak kembali redup, dan semangatΒ reformasi tidak akan kehilangan maknanya," pungkasnya.
(irw/iy)











































