"Kami mohon bantuan selamatkan observarium Bosscha," ujar Ketua Jurusan Astronomi ITB, Mahasena Putra ketika menerima kunjungan Cawapres Boediono di Observarium Bosscha, Bandung, Jumat (19/06/2009) malam.
Bosscha didirikan tahun 1923 di bawah administrasi ITB dan telah menjadi homebase penelitian astronomi, astrofisika, struktur galaksi bima sakti, dan sebagainya. Tak hanya sebagai kebanggaan Indonesia, Bosscha juga pioneer pengamatan bintang dari empat observarium di selatan dunia dan satu-satunya observarium di Asia Tenggara.
Rencana pembangunan kawasan terpadu real estate, hotel, dan cottage Puri Lembang Mas yang telah memiliki izin dari Bupati Bandung tahun 2004 dan diterbitkan kembali izinnya tahun 2008 oleh Bupati Bandung Barat dilihat akan mengganggu fungsi Bosscha. Pasalnya, keberadaan kawasan terpadu ini akan menghasilkan polusi cahaya, cerobong pabrik, dan debu jalanan yang akan membentuk kabut tipis. Hal ini akan mengganggu pandangan teleskop penelitian observatorium Bosscha sehingga mengancam keberlanjutan Bosscha serta mengancam perkembangan ilmu pengetahuan khusunya di bidang astronomi.
Sementara itu, tak sedikit pula upaya perlindungan terhadap kawasan Bosscha yang menyatakan Bosscha sebagai cagar budaya. Sehingga, keberadaan di sekitar cagar alam yang berdampak pada Bosscha juga harus diperhatikan. Presiden SBY, juga sebenarnya telah menginstruksikan kepada Menristek dan Kepala Badan Pertanahan Nasional untuk melindungi kawasan tersebut.
Dalam pernyataannya setelah masuk ke dalam ruang observarium Bosscha, Boediono menyatakan Bosscha merupakan aset nasional yang patut dijaga.
"Luar biasa mengamati bintang, benar-benar luar biasa. ini adalah aset nasional yang perlu kita lestarikan," ujar Boediono yang sebelumnya berkesempatan melihat planet saturnus dan bintang BE yg terang. (amd/anw)











































