"Gini, di krisis (global) ini banyak scientist beralih masuk ke ekonomi, jadi banyak
ciptkan produk yang aneh-aneh. Makanya, Scientist kembali saja ke sektornya," ujar
Boediono.
Hal itu disampaikan Boediono di tengah acara pertemuan dengan Rektor ITB, Djoko
Santoso, di Ruang Perpustakaan observasi Bosscha, Bandung, Jumat (19/06/2009) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
tetapi tidak dapat terlaksana. "Minat saya terhadap science sudah jauh ketika muda. Tapi nggak bisa terlaksana impian ini. Saya masuk menjadi ekonom," imbuhnya.
Science dianggap Boediono sebagai ilmu yang bermanfaat ke depannya.
"Untuk manfaat langsung, tidak bisa kita hanya untuk pasar dan suku bunga, itu kan hanya jangka pendek. Tapi jangka panjangnya ke ilmu pasti, ke ilmu science teknologi," katanya sambil tersenyum.
Bersama rektor ITB dan rombongan, Boediono sempat mengunjungi dua teropong bintang yang terletak di sana. Boediono yang mengaku pertama kali datang, berkesempatan menggunakan teropong dan melihat planet saturnus dan bintang BE yg terang.
"Luar biasa mengamati bintang, benar-benar luar biasa. ini adalah aset nasional yang
perlu kita lestarikan," ujar Boediono setelah menggunakan teropong.
Sebelumnya, boediono juga meminta dukungan kepada puluhan pengusaha Jawa Barat dan
meminta agar isu atau pun komentar yang berkembang dapat disaring dan dikonfirmasikan
dahulu.
"Menjelang tanggal 8 Juni makin intensif komentar dan SMS. Saya mohon tolong
disaring, tidak semuanya betul. kalau perlu bisa dikonfirmasikan," ujar Boeodiono di
acara pertemuan dengan pengusaha Jabar, di Grand Hotel Universal, Jl Setiabudi,
Bandung.
Ia juga menyatakan tidak ada hal yang tersembunyi antara dirinya maupun SBY.
"Kecocokan Bapak SBY dan saya cukup baik. Tidak perlu dicari-sari selahnya," imbuhnya. (amd/anw)











































