Umar S Bakry: Saya Justru Melindungi Lembaga Survei

Umar S Bakry: Saya Justru Melindungi Lembaga Survei

- detikNews
Rabu, 17 Jun 2009 17:04 WIB
Umar S Bakry: Saya Justru Melindungi Lembaga Survei
Jakarta - Direktur Lembaga Survei Nasional (LSN) Umar S Bakry mengklarifikasi terkait pernyataannya bahwa semua lembaga survei tidak independen. Pernyataan itu dimuat di detikcom dengan judul 6 Lembaga Survei Tidak Independen.

Berikut penjelasan lengkap Umar S Bakry lewat surat elektronik, Rabu (17/6/2009):

Sehubungan dengan berita di detikcom Selasa 16 Juni 2009 (Judul: 6 Lembaga Survei
Tidak Independen) perlu saya sampaikan klarifikasi untuk menghindari timbulnya kesalahan persepsi atas berita tersebut. Pertama-tama, saya mengakui bahwa sebenarnya tidak ada kesalahan pengutipan atas penulisan berita dimaksud. Wartawan detikcom (Sdr. Didi Syafirdi) telah melakukan penulisan berita secara cermat dan profesional atas isi ulasan saya dalam Diskusi tentang Quick Count di Universitas Paramadina tanggal 16 Juni 2009.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja karena tidak seluruh argumentasi saya dalam diskusi disampaikan secara utuh dan kontekstual (tentu karena pertimbangan space) maka bisa timbul persepsi yang bermacam-macam terhadap berita yang dimuat di detikcom tersebut. Salah satu persepsi atau kesalahpahaman datang dari Direktur Puskaptis, Husin Yazid, sebagaimana dimuat pada detikcom pada hari yang sama (Judul: Tuding Lembaga Survei Tidak Independen, Puskaptis Akan Somasi Direktur LSN).

Perlu diketahui bahwa dalam diskusi terbatas di Paramadina hari itu terjadi serangan yang bertubi-tubi terhadap lembaga-lembaga survei. Salah satunya mereka menuduh lembaga-lembaga survei tidak ada yang independen dalam pelaksanaan quick count pada Pemilu Legislatif 9 April lalu.

Atas tuduhan tersebut, saya sebagai perwakilan lembaga survei secara garis besar menjawab: "Memang harus diakui bahwa secara financial tidak ada lembaga survei yang independen, mengingat biaya pelaksanaan survei dan khususnya quick count sangat besar, dan seterusnya.

Akan tetapi, meskipun masing-masing lembaga survei tidak independen secara financial (ada yang membiayai pada saat quick count), toh hasilnya tetap kredibel dan obyektif. Terbukti enam lembaga survei yang melakukan quick count (LSN, LSI Denny JA, LSI Saiful, Cirus, LP3ES dan Puskaptis) menempatkan Partai Demokrat sebagai pemenang. Dengan kata lain, ketidakindependenan lembaga survei secara financial ternyata tidak mempengaruhi independensi dan kredibilitas hasil quick count yang mereka kerjakan.

Dengan demikian, pernyataan saya yang dikutip detikcom sebenarnya justru merupakan pembelaan terhadap lembaga-lembaga survei yang akhir-akhir ini sedang diserang habis-habisan oleh berbagai pihak. Apa yang saya kemukakan mengenai belum independennya lembaga survei dilihat dari segi finansial ternyata juga diperkuat oleh pernyataan Ketua Umum Persepi Andrinof Chaniago yang dimuat di detik.com Rabu 17 Juni 2009 (Judul: Secara Finansial Tak Ada Lembaga Survei Yang Independen).

Sebab itu saya cukup heran jika kemudian Direktur Puskaptis justru malah merasa dirugikan. Seharusnya Direktur Puskaptis justru berterima kasih kepada saya karena telah menjelaskan obyektivitas lembaga survei di tengan serangan-serangan yang muncul belakangan ini.

Seandainya, Puskaptis ternyata dalam melaksanakan survei dan quick count selama ini tidak bergantung dana dari pihak luar alias selalu membiayai sendiri, saya kira itu perkembangan yang patut disambut gembira. Mudah-mudahan di masa yang akan datang lembaga-lembaga survei lain dapat meniru cara Puskaptis membiayai survei dari dana sendiri. Demikian klarifikasi ini dibuat untuk menghindari mis persepsi atas berita detikcom sebagai dimaksud dalam awal tulisan ini.

(yid/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads