"Ngarang itu isunya. Dulu memang saya pernah ditawarkan, tapi saya tolak," ujar Prabowo usai menandatangani kontrak politik dengan perwakilan BEM se-Indonesia di Aula Pesona Khayangan, Jl Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Selasa (16/6/2009).
Prabowo mengaku tidak tahu darimana isu itu beredar. "Itu tidak benar," tegasnya.
Isu Prabowo memiliki kewarganegaraan ganda bermula saat Direktur Utama Imparsial Rachland Nashidik, mengungkapkan Prabowo memiliki kewarganegaraan Yordania dalam sebuah acara di Metro TV.
(rdf/iy)











































