Ada empat politisi yang mewakili parpolnya masing-masing menegaskan dukungannya. Yakni Ketum DPP PPP Suryadharma Ali, Presiden PKS Tiffatul Sembiring, Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar dan Sekjen PAN Zulkifli Hasan.
Mereka hadir dalam kampanye SBY-Boediono yang digelar di GOR Ken Arok, Malang, Jumat (12/6/2009). Seusai orasi SBY dan Boediono, bergantian mereka menegaskan kembali apa yang menjadi sikap resmi parpolnya dalam Pilpres 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa itu? Yaitu yang kadernya paling banyak ditangkap KPK. Dia itu menyalahgunakan kekuasannya," tandas Presiden PKS itu.
Alasan PPP tetap mendukung SBY, menurut Suryadharma Ali adalah setelah terlibat pemerintahan yang telah berjalan hampir lima tahun ini. Banyak program pembangunan dan reformasi yang berhasil, tapi tidak sedikit yang belum tuntas.
"Saya yakin tidak ada pemimpin dunia mana pun yang mampu menyelesaikan semuanya dalam 5 tahun. Maka kami pikir beliau harus diberi kesempatan menyelesaikan untuk lima tahun ke depan," ujar Ketum DPP PPP itu.
Sementara PKB menilai SBY pantas didukung karena mempunyai kualitas yang dibutuhkan Indonesia menyelesaikan agenda reformasi. Yaitu pemimpin yang sabar menghadapi isu dan fitnah serta tekun dan pekerja keras.
"Arek-arek Jatim tidak boleh ketinggalan era. Tak mungkin pembanguman diteruskan secara grusa grusu. Kalau tidak tepat malah akan mengulangi kegagalan masa lalu," seru Ketum DPP PKB Muhaimin Iskandar.
Sedangkan keputusan PAN tetap mendukung SBY didasarkan pada terpenuhinya beberapa agenda reformasi. Seperti pembangunan yang lebih merata dan pemenuhan alokasi 20% APBN untuk pos peningkatan kualitas pendidikan nasional.
"Agendanya paling jelas berpihak pada rakat banyak. Walau ada hambatan, Alhamdulillah bisa diselesaikan," ujar Sekjen PAN Zulkifli Hasan.
(lh/ndr)











































