Dewan Pakar Ekonomi Megawati Institute Hendrawan Supratikno memaparkan 18 aspek perbandingan kinerja ekonomi di periode pemerintahan Megawati dan pemerintahan SBY.
"Kami mengambil data dari Badan Pusat Statistik (BPS). Ini semua bisa dipertanggungjawabkan," ujar Hendrawan dalam diskusi perbandingan kinerja presiden Megawati dan SBY di Mega-Prabowo Media Center, Jl Prapanca Raya,Jakarta Selatan, Kamis, (11/6/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk inflasi bahan pangan, di zaman Mega tercatat 4,8 persen. Sedangkan dizaman SBY tercatat 12,7 persen.
"Ini menunjukan penggerogotan daya beli masyarakat semakin besar dan harga-harga sembako makin tidak terjangkau," ujar pengajar ekonomi FEUI ini.
Selain itu jumlah utang luar negeri pemerintah di zaman Mega tercatatΒ US$ 78,25 miliar. Sedangkan saat SBY berkuasa hutang menjadi US$ 88 miliar. Sedangkan pengangguran terdidik (di atas SMA) zaman Mega ada 4,28 juta.Β Zaman SBY tercatat 4,51 juta. Sedangkan jumlah sarjana menganggur di zaman Mega ada 0,58 juta orang, di zaman SBY meningkat menjadi 1,14 juta.
Namun SBY masih unggul dalam pertumbuhan ekonomi. Di zaman Mega tercatat pertumbuhan ekonomi sebesar 4,73 persen. Sementara di zaman SBY naik menjadi5,83 persen. "Dari 18 aspek, keunggulan pemerintahan SBY dan JK hanya di pertumbuhan ekonomi.Jangan heran ini yang terus dieksploitir," ungkap Hendrawan.
Hendrawan pun mengaku siap berdebat dengan tim ekonomi SBY-Boediono terkait data-data dan laporan yang disampaikannya ini."Tabel-tabel ini sudah saya berikan ke tim SBY-Boediono. Kalau sudah dikritisi, saya siap dipanggil. Saya beri waktu satu minggu untuk mengkritisinya," pungkas Hendrawan.
(rdf/yid)











































