"Tabulasi itu kan untuk memenuhi hasrat masyarakat atas informasi yang cepat. Peran itu sekarang sudah digantikan oleh lembaga quick count," kata anggota KPU I Gusti Putu Artha di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2009).
Menurut Putu, karena lembaga quick count telah menyediakan informasi yang dibutuhkan masyarakat, KPU tidak perlu bersusah payah lagi menggelar tabulasi. Hal ini ditambah fakta bahwa tabulasi memakan biaya yang tidak kecil. "Kenapa kita harus memboroskan uang negara?" kata Putu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sehebat apapun software dan hardware kita, seprofesional apapun dan seberapa banyakpun tenaga operasional kita, tetap tidak akan mampu mengantisipasi kecepatan yang dibutuhkan untuk entry data di kabupaten," papar Putu.
Terlebih untuk Pilpres, Putu memperkirakan proses rekapitulasi manual akan jauh lebih cepat dibanding Pileg. Karena itu kecil kemungkinan tabulasi, jika diadakan, bisa bersaing dengan rekap manual.
(sho/aan)










































