"Sistem yang digunakan langsung, umum, bebas, rahasia tidak ada," ujar
Ketua KPUD Papua, Benny Sweny, ketika ditemui di kantor KPU Pusat, Jl
Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Minggu (31/5/2009).
Benny menjelaskan, di beberapa daerah penggunungan pada saat hari
pemungutan suara, masyarakat dikumpulkan di TPS. Kemudian dilakukan
pesta bakar batu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dan menanyakan masyarakat memilih siapa," terang Benny.
Menurut Benny apa yang dilakukan oleh beberapa masyarakat pegunungan
tersebut sah. Karena indikatornya adalah adanya berita acara yang
ditanda tangani petugas KPPS dan saksi yang hadir.
Apakah Pilpers nanti masih seperti itu? "Saya kira demikian. Papua tidak sama dengan Depok atau Boyolali, ini harus dipikirkan," ujarnya.
Untuk ke depan, Benny berharap jumlah petugas pemutakhiran data di daerahnya dapat ditambah. Selain itu, kata dia, honor para pegawai juga agar ditingkatkan.
"Honornya jangan Rp 200 ribu, tidak manusiawi. Diatas UMR, 1,5 Juta
supaya lebih semangat dan bertanggung jawab," pungkasnya.
(ddt/lrn)











































