Para pensiunan jenderal itu kemudian membentuk tim garuda sebagai wadah mereka untuk memenangkan pasangan JK-Wiranto.
"Kami sebagai pensiunan TNI punya saat ini sudah menjadi sipil. Jadi punya hak untuk memilih jalan politik. Dan pilihan kami adalah JK-Wiranto yang mewakili semangat nusantara. Disamping track record JK-Wiranto yang cemerlang," jelas Ketua Tim Garuda Marsdya (Purn) Basri Sidehabi saat dihubungi detikcom, Rabu (27/5/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apalagi istri-istri mereka (JK-Wiranto) mengenakan busana muslim. Ini mencirikan kalau keluarga pasangan tersebut sangat Islami," kata Basri.
Selain mewakili nusantara, sambung Basri, keduanya punya banyak prestasi. Misalnya, saat menjabat Menko Kesra di bawah pimpinan Megawati Soekarnoputri, JK berhasil mendamaikan konflik Poso, Ambon, dan Aceh.
"Padahal tugas tersebut harusnya dilakukan Menko Polkam yang saat itu dipegang SBY," terangnya.
Ketika menjadi Wapres, ujar Basri, JK juga lebih dominan menunaikan tugas-tugas pemerintahan saat ini. Sehingga JK sering disebut "The Real President".
Sementara Wiranto, tutur Basri, sebagai seorang prajurit dianggap berhasil menjalankan tugas-tugas militernya. Sehingga Wiranto dipercaya menjadi Menhankam Pangab, yang merupakan jabatan tertinggi bagi prajurit TNI.
"Prestasi kerja dan unsur keterwakilan daerah-daerah di Indonesia menjadi alasan utama saya dan sejumlah purnawirawan lainnya untuk mendukung JK-Wiranto," pungkasnya.
(zal/irw)











































