Namun sejak deklarasi JK-Wiranto pada 1 Mei lalu, JK kini tidak pernah lepas dari pecinya. Bahkan menghadiri diskusi ekonomi sekalipun, JK selalu memakai peci hitamnya.
Apakah ini bagian dari strategi pencitraan JK?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, menurut Iskandar, peci yang dipakai JK juga menunjukkan identitasnya sebagai perwakilan umat. "Pak JK itu kan nahdliyin yang juga Muhammadiyah. Dia patuhlah," kata Iskandar.
"Selain itu, supaya kelihatan tinggi. Kan Pak Wiranto itu tinggi. Jadi keliatan sama tinggi dengan Pak Wiranto," tambah Iskandar.
Kembali Tersenyum
Usai Pemilu Legislatif yang menunjukkan suara Golkar yang drop, membuat JK sempat 'tergoncang'. Senyum yang identik dengan pembawaannya yang lugas tiba-tiba 'hilang'. Jika biasanya JK mudah memberikan keterangan pers, JK waktu itu lebih kerap 'mengurung' diri dalam rumah.
Namun setelah deklarasi JK-Wiranto, JK serasa ada kembali. Wajah ceria, dan senyumnya nampak lagi. Tenda yang berada di posko Golkar, Jl Ki Mangun Sarkoro kembali dibangun untuk memudahkan wartawan mengcover kegiatan JK-Wiranto.
Setelah Pilpres nanti, apakah JK akan terus tersenyum? Kita tunggu saja nanti. (gun/iy)











































