Kisah Senyum dan Peci JK

Kisah Senyum dan Peci JK

- detikNews
Rabu, 13 Mei 2009 12:49 WIB
Kisah Senyum dan Peci JK
Jakarta - Pasca deklarasi pasangan Jusuf Kalla (JK)- Wiranto, ada yang berubah dari penampilan JK. Jika tampil di depan umum, kini Ketua Umum Golkar ini selalu tidak lupa memakai peci.Memakai peci bagi pejabat di Indonesia mungkin hal biasa. Namun bagi JK, peci dipakainya hanya di saat salat dan acara-acara keagamaan. Sehari-hari ia lebih sering tampil tanpa penutup kepala.

Namun sejak deklarasi JK-Wiranto pada 1 Mei lalu, JK kini tidak pernah lepas dari pecinya. Bahkan menghadiri diskusi ekonomi sekalipun, JK selalu memakai peci hitamnya.

Apakah ini bagian dari strategi pencitraan JK?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Iya dong. Songkok itu kan menunjukkan orientasi kerakyatan. Silakan SBY dengan neo liberal nya, kami yang merakyat dengan ekonomi kerakyatan," ujar Iskandar Mandji, Wakil Sekjen Golkar, ketika berbincang dengan detikcom via telepon, Rabu (13/05/2009).

Selain itu, menurut Iskandar, peci yang dipakai JK juga menunjukkan identitasnya sebagai perwakilan umat. "Pak JK itu kan nahdliyin yang juga Muhammadiyah. Dia patuhlah," kata Iskandar.

"Selain itu, supaya kelihatan tinggi. Kan Pak Wiranto itu tinggi. Jadi keliatan sama tinggi dengan Pak Wiranto," tambah Iskandar.

Kembali Tersenyum

Usai Pemilu Legislatif yang menunjukkan suara Golkar yang drop, membuat JK sempat 'tergoncang'. Senyum yang identik dengan pembawaannya yang lugas tiba-tiba 'hilang'. Jika biasanya JK mudah memberikan keterangan pers, JK waktu itu lebih kerap 'mengurung' diri dalam rumah.

Namun setelah deklarasi JK-Wiranto, JK serasa ada kembali. Wajah ceria, dan senyumnya nampak lagi. Tenda yang berada di posko Golkar, Jl Ki Mangun Sarkoro kembali dibangun untuk memudahkan wartawan mengcover kegiatan JK-Wiranto.

Setelah Pilpres nanti, apakah JK akan terus tersenyum? Kita tunggu saja nanti. (gun/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads