Trump Berharap Iran Ajukan Tawaran yang Memuaskan AS

Trump Berharap Iran Ajukan Tawaran yang Memuaskan AS

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2026 11:45 WIB
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kylie Cooper)
Presiden AS Donald Trump (dok. REUTERS/Kylie Cooper)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengharapkan Iran mengajukan tawaran yang mampu memuaskan AS. Hal ini disampaikan di tengah ketidakjelasan perundingan lanjutan AS-Iran, dengan Pakistan terus berupaya menengahi negosiasi terbaru guna mengakhiri perang secara permanen.

Dalam wawancara via telepon, seperti dilansir Reuters, Sabtu (25/4/2026), Trump mengatakan bahwa Iran berencana untuk mengajukan tawaran yang bertujuan untuk memenuhi tuntutan AS. Tetapi dia juga mengakui belum mengetahui apa isi tawaran Teheran tersebut.

"Mereka (Iran-red) mengajukan tawaran dan kita harus melihatnya," kata Trump dalam wawancara dengan Reuters pada Jumat (24/4) waktu setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya dengan siapa AS bernegosiasi, Trump menjawab: "Saya tidak ingin mengatakan itu, tetapi kami berurusan dengan orang-orang yang bertanggung jawab sekarang."

Spekulasi sempat mencuat soal perundingan lanjutan antara AS dan Iran di Pakistan, setelah Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi tiba di Islamabad pada Jumat (24/4) waktu setempat.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, telah mengatakan bahwa utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu Trump, Jared Kushner, terbang ke Pakistan pada Sabtu (25/4) pagi untuk melakukan perundingan langsung dengan perwakilan Iran.

Leavitt bahkan berbicara dengan nada optimis, mengatakan bahwa AS telah melihat beberapa kemajuan dari pihak Iran dalam beberapa hari terakhir dan berharap lebih banyak kemajuan akan terjadi akhir pekan ini.

Namun kemudian juru biara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menegaskan bahwa: "Tidak ada pertemuan yang direncanakan antara Iran dan AS."

"Pengamatan Iran akan disampaikan kepada Pakistan," sebutnya.

Baghaei membenarkan Araghchi telah tiba di Islamabad, namun untuk bertemu langsung dengan para pejabat senior Pakistan, bukan delegasi AS. Pertemuan itu, sebut Baghaei, dimaksudkan untuk membahas proposal guna memulai kembali perundingan damai dengan AS, setelah perundingan sebelumnya gagal.

Putaran terbaru perundingan damai AS-Iran seharusnya berlangsung pada Selasa (21/4) kemarin, namun tidak pernah terjadi. Iran menegaskan belum siap untuk berkomitmen hadir, dan delegasi AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance batal terbang ke Pakistan.

Trump kemudian secara sepihak memperpanjang gencatan senjata selama dua minggu yang diberlakukan sejak 8 April lalu, untuk memberikan lebih banyak waktu guna mempertemukan kembali para negosiator.

Namun Trump juga bersikeras untuk memberlakukan blokade laut oleh militer AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan tercapai -- hal yang ditentang oleh Iran.

Ketika ditanya apa yang dibutuhkan untuk mencabut blokade tersebut, Trump berkata: "Saya akan bisa menjawab pertanyaan itu nanti. Saya harus melihat apa yang mereka (Iran-red) tawarkan."

Lihat juga Video: AS-Iran Ketemu Lagi di Pakistan, Trump Utus Menantunya

Halaman 2 dari 2
(nvc/idh)


Berita Terkait