Demikian kata Anggota Bawaslu Wirdianingsih dalam Press Meeting bertajuk 'Isu-isu Keterbukaan Terhadap Informasi Publik'. Acara berlangsung Hotel Nikko Lt 2, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (26/4/2009).
"Memang itu tidak bisa diketahui banyak pihak, pertimbangannya adalah akses keamanan. Mungkin KPU takut direcoki," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sesaat sebelumnya Jierry Sumampow dari Komite Pemilih Indoensia (TEPI) mengeluhkan rekapitulasi manual yang berlangsung tertutup. Selaku wakil dari lembaga pemantau yang telah mengantongi akreditasi resmi dari KPU, pihaknya masih dilarang aparat keamanan memasuki ruangan tempat berlangsungnya penghitungan suara.
Menurutnya, proses yang berlangsung tertutup seperti ini justru kontraproduktif terhadap kepentingan KPU. Masyarakat akan semakin curiga bahwa ada hal-hal tertentu yang KPU hendak sengaja sembunyikan. Maka sebaiknya KPU melonggarkan akses bagi masyarakat untuk mengikuti proses yang sudah berjalan 3 hari itu.
"Kalau diteruskan publik akan semakin curiga dan tidak percaya pada KPU," ujarnya.
(lh/nrl)










































