Bawaslu: KPU Takut Direcoki

Rekapitulasi Tertutup

Bawaslu: KPU Takut Direcoki

- detikNews
Selasa, 28 Apr 2009 14:44 WIB
Bawaslu: KPU Takut Direcoki
Jakarta - Rekapitulasi suara Pemilu 2009 melalui penghitungan manual oleh KPU yang berlangsung tertutup memang patut dipertanyakan. Tetapi mungkin KPU menerapkan kebijakan itu agar tidak direcoki oleh pihak-pihak tertentu yang bisa memperlambat proses penghitungan suara yang sedang berlangsung.

Demikian kata Anggota Bawaslu Wirdianingsih dalam Press Meeting bertajuk 'Isu-isu Keterbukaan Terhadap Informasi Publik'. Acara berlangsung Hotel Nikko Lt 2, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (26/4/2009).

"Memang itu tidak bisa diketahui banyak pihak, pertimbangannya adalah akses keamanan. Mungkin KPU takut direcoki," ujar dia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski demikian tidak seharusnya akses bagi masyarakat untuk mengikuti proses penghitungan suara berlangsung tertutup. Selain saksi parpol setidaknya dari kalangan media massa dan pemantau pemilu yang sudah memperoleh akreditasi bisa mengikuti secara langsung, bukan sekadar dari monitor televisi yang dipasang di luar ruangan.

Sesaat sebelumnya Jierry Sumampow dari Komite Pemilih Indoensia (TEPI) mengeluhkan rekapitulasi manual yang berlangsung tertutup. Selaku wakil dari lembaga pemantau yang telah mengantongi akreditasi resmi dari KPU, pihaknya masih dilarang aparat keamanan memasuki ruangan tempat berlangsungnya penghitungan suara.

Menurutnya, proses yang berlangsung tertutup seperti ini justru kontraproduktif terhadap kepentingan KPU. Masyarakat akan semakin curiga bahwa ada hal-hal tertentu yang KPU hendak sengaja sembunyikan. Maka sebaiknya KPU melonggarkan akses bagi masyarakat untuk mengikuti proses yang sudah berjalan 3 hari itu.

"Kalau diteruskan publik akan semakin curiga dan tidak percaya pada KPU," ujarnya.

(lh/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini