"Ibarat membangun rumah, lima tahun ini Pak SBY baru selesai pondasi dan dindingnya. Kalau beliau diganti, lha kan nggak jadi-jadi rumahnya. Insya Allah untuk lima tahun lagi bisa finishing rumahnya," kata Ketua Umum GPS Suratto Siswodihardjo pada detikcom, Selasa (21/4/2009).
Segera setelah pendeklarasiannya besok, Rabu (22/4), GPS akan langsung berkoordinasi dengan tim-tim sukses lain SBY yang telah ada dan membangun jaringan ke daerah-daerah. Segmen yang akan GPS garap adalah pemuda usia 18-30 tahun dari perkotaan, petani dan nelayan termasuk dari etnis India dan Tionghoa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai penggerak organisasi, seorang caleg dari Partai Demokrat (PD) Anton Sukartono ditunjuk sebagai Bendahara Umum. Posisi Sekrataris Jendral diisi Turino Yulianto, lalu Ridwan Soeriyadi dan Hariadi B. Sukamdani masing-masing menjabat Ketua Bidang Tani dan Ketua Bidang Wirausaha.
Sedangkan untuk posisi dewan penasehat, tercantum sejumlah nama yang tidak terlalu asing. Yakni Jendral (Purn) Sutanto (mantan Kapolri), Ahmad Mubaroq (PD), Lily Wahid (PKB), MS Ka'ban (PBB), Marsekal TNI (Purn) Herman LB, Dr Umar Said, Moh. Jumhur Hidayat dan Samuel Samson (PKPI).
"Kita ingin memastikan Pak SBY menang secara baik. Apa pun yang terbaik bagi bangsa dan rakyat, saya ada di situ," kata Samuel Samson saat dikonfirmasi mengenai keikutsertaannya dalam GPS.
(zal/lh)











































