"Saya ragu KPU bisa memutakhirkan DPS Pilpres 2009. Karena saat ini, KPU sibuk menghitung hasil suara rekapitulasi Pileg kemarin," ujar anggota Komisi II Andi Yuliani Paris.
Hal itu disampaikan Andi dalam seminar bertajuk "Mengawal Hak Rakyat", di Hotel Millennium, Jl Fachrudin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (21/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Hasyim, KPU harus memperhatikan beberapa hal agar pemutakhiran data lebih baik. Pertama jangan lagi ada kesalahan manajemen sampai tingkat bawah, dan masalah komputerisasi harus diperhitungkan.
Valina Singka Subekti, mantan anggota KPU 2004 mengatakan, pemutakhiran DPS untuk Pilpres 2009 harus didukung lembaga lain.
"Setiap TPS hanya akan berhasil bila bekerjasama dengan RT/RW setempat untuk mendata warganya yang belum terdaftar pada Pemilu 9 April lalu," kata Valina.
Oleh karena itu, lanjut Valina, penggunaan sistem stelsel aktif dalam pemutahiran data di Indonesia masih sulit diterapkan.
"Sebab kondisi geografis, pengetahuan dan informasi masyarakat sangat terbatas," tandas dia.
(nik/iy)











































