Soal Cawapres, SBY-Mega Saling Tunggu

Soal Cawapres, SBY-Mega Saling Tunggu

- detikNews
Selasa, 21 Apr 2009 11:55 WIB
Soal Cawapres, SBY-Mega Saling Tunggu
Jakarta - Meski menjadi pemenang pemilu, Partai Demokrat (PD) dan SBY masih belum mau membuka siapa cawapres yang bakal diusung. Padahal dengan perolehan suara di atas 20 persen, SBY dengan mudah dapat menunjuk cawapres yang dianggap sreg untuk diajak bertarung dalam Pilpres 2009. Kabarnya, sikap SBY yang masih menutup nama cawapresnya karena menunggu sikap PDIP dan Mega dalam menentukan cawapres.

Hal yang sama ternyata juga dilakukan PDIP dan Megawati Soekarnoputri. Sejak jauh hari sebelum pemilu legislatif, Mega sudah membuat manuver dengan mendeklarasikan diri sebagai capres tunggal PDIP. Bahkan dalam acara Rapimnas di Solo, PDIP juga sudah menentukan kriteria cawapres yang bakal mendampingi Mega. Namun sampai saat ini Mega belum juga mengumumkan siapa calon pendampingnya karena ingin melihat siapa yang akan digandeng SBY.

Sumber detikcom di DPP PDIP menyebutkan bahwa sikap Mega dan elit PDIP yang mangulur waktu soal penentuan cawapres Mega ini disebabkan karena menunggu calon pasangan SBY. Demikian juga sumber detikcom di internal PD. Menurut dia, sikap SBY yang buying time soal cawapres ini juga disebabkan karena menunggu perkembangan dari sikap politik PDIP dan Mega dalam menentukan cawapres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ibu Mega ingin melihat siapa yang akan digandeng SBY. Dengan begitu kita kan bisa mengukur siapa yang layak digandeng untuk dapat melawan SBY," papar sumber detikcom dI DPP PDIP, Selasa (21/4/2009).

Rencana Rapimnas PDIP yang akan digelar pada tanggal 23 April lusa pun juga 'terpaksa' diundur menjadi tanggal 25 April mendatang. Pengunduran ini disebabkan kerena PD juga melakukan Rapimnas yang akan menentukan cawapres SBY pada tanggal yang sama.

"Kalau alasan yang dibuat sih, DPD belum siap. Tetapi sesungguhnya ini strategi untuk mengulur waktu  karena melihat strategi lawan dalam menetukan cawapres," papar sumber tersebut.

Sebelumnya, Sekjen DPP PDIP Pramono Anung menyebutkan setidaknya 5 nama yang dianggap layak mendampingi Mega. 5 orang itu antara lain, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Prabowo Subianto, Hidayat Nurwahid, Akbar Tandjung dan Jusuf Kalla.

Hal yang sama juga disampaikan sumber detikcom di DPP PD, Menurut dia, SBY sudah mengantongi banyak nama cawapres yang akan digandeng dalam pilpres mendatang. Nama-nama tersebut berasal dari pengurus partai sampai calon nonpartisan yang dianggap SBY layak mendampinginya.

Namun, nama-nama itu masih 'disembunyikan' karena ingin menunggu sikap PDIP dan Mega yang belum menentukan cawapres. Jika Mega memilih orang yang kuat, SBY juga akan menggandeng orang yang dianggap mampu 'mendegradasi' kekuatan Mega.

"Beliau sudah punya, tapi menunggu dulu siapa cawapresnya Mega. Kita kan tahu bahwa Babe (SBY) itu, orangnya sangat hati-hati," paparnya.

Sampai saat ini, lanjut sumber itu , SBY masih menganggap Mega-lah satu-satunya kompetitor yang pasti akan melawan SBY. Hal ini ditegaskan SBY dalam jumpa pers di kediamannya, Cikeas beberapa waktu lalu.

"Babe kan sudah bilang, sampai saat ini yang dilihat pasti akan bertarung dengan beliau hanya Mega. Makanya permainannya harus cantik biar jadi tambah menarik," pungkasnya.

Sejumlah nama yang ramai diberitakan media layak mendampingi SBY antara lain, Jusuf Kalla, Akbar Tandjung, Hidayat Nurwahid, Sri Mulyani, Irman Gusman dan Hatta Rajasa.

(yid/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads