"SBY pilih JK, PKS lebih baik oposisi, atau independen saja kita," kata Fahri dalam diskusi yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jumat (17/4/2009).
Fahri kemudian menjelaskan alasan mengapa PKS memilih jalan ini. PKS, menurut Fahri, kecewa dengan pemerintahan SBY-JK yang rajin berbagi tugas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun demikian, eksponen 1998 ini menambahkan, PKS tidak akan berkoalisi dengan kekuatan oposisi terbesar (PDIP). Perbedaan pikiran menjadi batu sandungan terbesar.
"Agak sulit kalau dengan PDIP, karena partai kita berbeda pemikiran. PKS kan partai modern, berpikiran maju," tutur Fahri yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini.
Fahri kemudian berandai-andai tentang keadaan parlemen setelah ada kubu baru yaitu kubu independen.
"Nantinya di parlemen ada tiga basis, pro pemerintah, oposisi dan independen. Independen memberikan judgement yang berbeda," tutupnya.
Sebelumnya, eks Presiden PKS Hidayat Nurwahid di Istana Negara menyatakan, pernyataan Sekjen Anis Matta merupakan wacana pribadi, bukan sikap partai. Hidayat mengutip penjelasan Presiden PKS Tifatul Sembiring.
(van/nrl)











































