Jika SBY Pilih JK, PKS Pilih Independen

Jika SBY Pilih JK, PKS Pilih Independen

- detikNews
Jumat, 17 Apr 2009 16:48 WIB
Jika SBY Pilih JK, PKS Pilih Independen
Jakarta - Nyaris semua parpol yang diprediksi memperoleh kursi di DPR didera beda pendapat internal, tak terkecuali PKS. Wasekjen PKS Fahri Hamzah kembali senada dengan Sekjen Anis Matta bahwa partainya tak bergabung dengan PD bila SBY memilih JK sebagai wapres. PKS akan memilih menjadi oposan.

"SBY pilih JK, PKS lebih baik oposisi, atau independen saja kita," kata Fahri dalam diskusi yang berlangsung di Gedung DPR, Senayan, Jumat (17/4/2009).

Fahri kemudian menjelaskan alasan mengapa PKS memilih jalan ini. PKS, menurut Fahri, kecewa dengan pemerintahan SBY-JK yang rajin berbagi tugas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"SBY - JK itu bermasalah, selama 5 tahun memerintah mereka konflik. PKS tidak mau ada dua matahari, apa itu bagi tugas, presiden ya pemimpin," tutur Fahri.

Namun demikian, eksponen 1998 ini menambahkan, PKS tidak akan berkoalisi dengan kekuatan oposisi terbesar (PDIP). Perbedaan pikiran menjadi batu sandungan terbesar.

"Agak sulit kalau dengan PDIP, karena partai kita berbeda pemikiran. PKS kan partai modern, berpikiran maju," tutur Fahri yang mengenakan kemeja kotak-kotak ini.

Fahri kemudian berandai-andai tentang keadaan parlemen setelah ada kubu baru yaitu kubu independen.

"Nantinya di parlemen ada tiga basis, pro pemerintah, oposisi dan independen. Independen memberikan judgement yang berbeda," tutupnya.

Sebelumnya, eks Presiden PKS Hidayat Nurwahid di Istana Negara menyatakan, pernyataan Sekjen Anis Matta merupakan wacana pribadi, bukan sikap partai. Hidayat mengutip penjelasan Presiden PKS Tifatul Sembiring.

(van/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads