"Presiden PKS Pak Tifatul mengatakan bahwa itu wacana pribadi, pimpinan partai yang lain juga katakan itu bukan keputusan partai," kata mantan Presiden PKS Hidayat Nurwahid.
Hal ini disampaikan dia kepada wartawan menanggapi ucapan Sekjen PKS Anis Matta yang mengancam akan mencabut dukungan ke SBY jika Partai Demokrat kembali menerima Golkar dalam koalisi, di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/4/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hidayat mengatakan, PKS tidak mungkin menentukan partai-partai mana yang boleh berkoalisi dan tidak dengan Partai Demokrat. PKS sadar tidak memiliki kewenangan itu. Dan dalam berkoalisi, kata Hidayat, semua parpol yang tergabung dalam koalisi harus duduk bersama membahas apa yang dimaui dan diputuskan bersama dengan proporsional.
"Dan saya yakin PKS sebagai partai yang sangat demokratis, menghormati keputusan bersama, menghormati tata krama berdemokrasi dan menghormati
pilihan pihak-pihak yang lain dan tidak memaksakan kehendak kepada siapa pun juga," jelas Hidayat.
Sementara itu, dalam diskusi di gedung DPR hari Jumat siang, Wasekjen PKS Fahri Hamzah kembali mengulang pernyataan Anis Matta.
"Menurut kami kalau ini (SBY-JK) diteruskan, mohon maaf kita tidak bisa ikut, tidak bisa ada dua matahari di pemerintah," kata Fahri.
(Rez/nrl)











































