Sering Dengar Keluhan Pasien, Dokter Emir Deklarasikan Sebagai Cawapres

Sering Dengar Keluhan Pasien, Dokter Emir Deklarasikan Sebagai Cawapres

- detikNews
Minggu, 12 Apr 2009 16:00 WIB
Sering Dengar Keluhan Pasien, Dokter Emir Deklarasikan Sebagai Cawapres
Jakarta - Usai Pemilu Legislatif, posisi calon wakil presiden (cawapres) mulai jadi incaran. Bila biasanya, berlomba menjadi calon presiden (capres), kini mulai ada yang mendeklarasikan diri sebagai cawapres. Dialah cucu mantan Menko Ekuin era Soeharto Widjojo Nitisastro, Emir Soendoro.

Emir adalah seorang dokter ahli orthopedi dan traumatologi. Ia mendeklarasikan diri sebagai cawapres independen karena ingin memajukan kesehatan.

"Saya sedih selama ini hanya melihat penderitaan pasien. Mereka rakyat kita tapi hidupnya berobat sulit, membiayai sekolah sulit. Saya mau membantu tapi tidak mampu, karena berada di luar sistem," kata Dokter Emir Soendoro dalam deklarasinya di kediamannya Jl Imam Bonjol No 4, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Emir menyatakan, ingin menjadi wapres karena menganggap posisi wapres lebih ideal untuk terjun langsung ke masyarakat. "Saya ingin mengoptimalkan fungsi wapres. Wapres nanti akan fokus dengan masalah-masalah yang ada di dalam negeri," ujar cucu mantan Menko Ekuin era Soeharto, Profesor Widjojo Nitisastro ini.

Emir menyatakan akan mendirikan sebuah lembaga jaminan sosial bagi masyarakat lemah. Lembaga ini akan menjalankan konsep untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Jika saya dipercaya menjadi cawapres, saya akan menjalankan program dengan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Deklarasi Emir dihadiri berbagai tokoh diantaranya mantan Presiden Abdurrahman Wahid, mantan Mensesneg Moerdiono dan putra pengasuh Pondok Pesantren Langitan KH Abdullah Habib Faqih.

Selama ini Emir aktif di berbagai organisasi seperti Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Asosiasi Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Seluruh Indonesia (APEPSI) dan berbagai organisasi serikat pekerja.
(nal/iy)


Berita Terkait