"Tidak mungkin Ibas bagi-bagi amplop dan diselipkan stiker minta dipilih," kata Mubarok usai menjadi pembicara diskusi di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/4/2009).
Tindakan bagi-bagi duit itu, jelas Mubarok, sama saja kebodohan yang sangat mudah terlihat. Dan dia percaya ini hanya skandal saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mubarok mengatakan partainya menyerahkan soal pencemaran nama baik Ibas ini kepada proses hukum. Pria yang pernah kepleset lidah gara-gara ucapan suara Golkar 2,5 persen ini memilih tak mau berkomentar lebih jauh soal dugaan adanya partai tertentu di balik upaya pencemaran nama baik Ibas ini.
"Saya tak mau komentar, serahkan kepada hukum. Musimnya panas gini bisa-bisa membuat chaos," elak Mubarok.
(Rez/irw)











































