Demikian disampaikan JK dalam sambutannya saat acara peluncuran buku "Politik Komunikasi Partai Golkar di Tiga Era" yang ditulis oleh Rully Chairul Azwar di Hotel Intercontinental, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2009).
JK mengatakan ada beberapa topik yang diangkat saat kampanye pemilu legislatif pada 2 hingga 3 minggu terakhir ini. Pertama, jika itu partai pemerintah maka akan mengangkat isu soal kemiskinan. Tetapi partai oposisi mengangkat soal kemiskinan yang makin banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kampanye terbuka, lanjut JK, sulit untuk bicara hal-hal yang rumit. "Yang terpakai adalah bahasa-bahasa yang sederhana. Kalau kita bicara rumit, massa akan berteriak air...air...lagu...lagu...," ujar JK sambil tertawa. Peserta yang hadir pun juga tertawa. Hahaha...!
"Kita sulit untuk ngomong soal globalisasi, perbankan, dunia. Jadi tidak akan mengerti. Jadi harus berbicara yang sederhana, paling soal harga sembako yang bisa dimengerti. Jadi harus seimbang omongan kita dengan penyanyi dangdut yang sudah ada di belakang, siap-siap menyanyi. Kecuali di diskusi seperti ini, barulah soal-soal rumit itu ditanggapi," lanjut dia.
Peluncuran buku ini juga dihadiri petinggi Golkar lainnya Menperin Fahmi Idris, Theo L Sambuaga, dan sejumlah pengamat politik.
(aan/nrl)











































