Di dataran Toili misalnya, berdiri beberapa kelompok kesenian Reog Ponorogo. Salah satu di antaranya siang ini, Minggu (5/4/2009), menyambut Ketua Umum DPP PAN Soetrisno Bachir (SB) yang singgah dalam
perjalanan kampanyenya di Sulteng.
Sebelum menjadi jurkam, SB dan rombongan singgah di kediaman salah
seorang pengurus DPW PAN Luwu, Sulteng. Di sana dia disambut oleh atraksi Reog Ponorogo dari remaja setempat.
Kesenian tari tradisional yang pernah mewarnai hubungan RI-Malaysia itu, dibentuk oleh para transmigran asal Jawa Timur (Jatim). Mereka membentuk kelompok reog tersebut sebagai obat penawar rindu pada tanah kelahiran.
"Lha kalau mudik lebaran ke Jawa, kok rasanya sayang Mas ongkosnya," kata Bagong, salah satu penabuh gong.
Bahkan bahasa jawa menjadi bahasa pergaulan di pedalaman Sulteng ini. Salah seorang caleg PAN untuk DPRD Sulteng bahkan berorasi dalam bahasa jawa.
Di dataran Toili merupakan daerah transmigrasi bagi transmigran asal Jatim, Jawa Barat dan Bali. Daerah ini amat subur dan merupakan lumbung beras untuk Sulteng.
(lh/nwk)











































