Survei 9 Parpol Masuk Senayan, Bukti Elit Salah Baca Persepsi Rakyat

Survei 9 Parpol Masuk Senayan, Bukti Elit Salah Baca Persepsi Rakyat

- detikNews
Sabtu, 04 Apr 2009 12:54 WIB
Survei 9 Parpol Masuk Senayan, Bukti Elit Salah Baca Persepsi Rakyat
Jakarta - Hasil survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) yang menyatakan hanya 9 parpol yang bakal lolos ke DPR dari 38 parpol serta koalisi parpol hanya untuk memenangkan pilres merupakan bukti para elit politik salah mempersepsikan masyarakat. Basis massa parpol ternyata juga sangat cair dan tidak dominan milik satu parpol.

"Hasil survei ini menunjukan bahwa persepsi elit mengenai masyarakat kita ternyata meleset. Mereka mempersepsikan masyarakat kita masih seperti dulu-dulu, kalau kampanye disuguhi musik dangdut sudah puas, kalau dengar visi misi normatif saja dilontarkan," kata pengamat dan peneliti senior LIPI, Syamsuddin Haris.

Hal itu disampaikan dia dalam diskusi menaggapi hasil survei SSS di Hotel Four Seasson, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (4/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Syamsuddin, justru dari hasil survei ini menunjukan masyarakat Indonesia sudah sangat cerdas. Indikasinya dilihat dari dua hal, yaitu cara masyarakat memandang iklan kampanye dan koalisi parpol yang bertujuan hanya untuk mengejar pilpres.

"Artinya, tujuan itu pragmatis saja, bukan untuk memperkuat pemerintahan. Jadi wajar saja, kalau masyarakat tampilannya seadanya saja menanggapi koalisi-koalisi itu," ungkapnya.

Selain itu, lanjut Syamsuddin, bila membaca hasil survei SS ini menunjukan basis massa parpol selama ini ternyata sangat cair. Bila memamng benar survei ini nantinya terbukti, berarti setelah tiga kali pemilu pasca lengsernya Soeharto, tidak ada lagi parpol yang dominan seperti era Orde Baru.

"Sehingga pemenangnya (parpol) pasti berubah-ubah. Lihat saja hasil Pemilu 1999 yang dimenangkan PDIP, Pemilu 2004 dimenangkan Partai Golkar," imbuhnya.

(zal/ken)


Berita Terkait