"Masih banyak kalangan eksekutif setelah jadi jadi malu-malu kucing (jadi jurkam)," kata Megawati pada orasinya saat berkampanye di Lapangan Kayubihi, Desa Kayubihi, Bangli, Minggu (29/3/2009).
Megawati membandingkan sikap kepala daerah dari PDIP di daerah lain dengan Gubernur Bali Made Mangku Pastika asal PDIP yang bersedia menjadi juru kampanye di Bangli. "Pak Mangku sebagai pria sejati karena mau akui berasal dari PDIP sedangkan di daerah lain susah, payah," keluh Megawati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Megawati menuturkan banyak kepala daerah yang tidak bersedia membantu kampanye PDIP dengan alasan dipilih oleh rakyat. "Tidak bisa bu, saya dipilih oleh rakyat. Saya berkobar-kobar. Saya katakan memangnya kamu tidak datang dari PDIP," cerita Megawati.
Pastika dalam orasinya meminta agar rakyat Bali tetap memilih PDIP. "Jangan sampai warna merah berubah," teriak Pastika.
(gds/iy)











































