Akibatnya saat sosialisasi usai, ada warga yang meminta mahasiswa tinggalan amplop berisi uang. Sebab sosialisasi yang dilakukan sebelumnya oleh para caleg ada yang memberikan uang sumbangan.
Peristiwa itu terjadi saat puluhan Mahasiswa KKN PPM UGM bekerjasama dengan KPUD Sleman melakukan sosialisasi pemilu di Pasar Prambanan, Sleman, Rabu (17/3/2009).
Sosialisasi itu meliputi masyarakat yang belum mengerti tentang cara memilih atau mencentang surat suara yang dianggap sah. Banyak warga yang mengaku setengah tahu, sudah tahu bahkan belum mengetahui sama sekali.
"Kami di kira kampanye caleg-caleg, mereka ada yang minta dan menanyakan
amlop ke kita," kata Koordinator Mahasiswa Unit (Kormanit) Prambanan, Adi Irawan kepada wartawan disela-sela sosialisasi.
Menurut Adi, permintaan warga itu dianggap wajar karena selama ini masyarakat terbiasa menerima amplop dari para caleg menjelang pemilu. "Saat sosialisasi para caleg selalu memberikan uang sumbangan. Kita dikira seperti itu, ya mereka ada yang langsung menanyakan amplopnya," ungkapnya.
Dia mengatakan tidak semua yang disosialisasikan berharap ada pemberian uang. Masih banyak warga yang tidak mengetahui tata cara mencentang. Bahkan tempat di mana akan mencentang pun banyak belum tahu.
"Kita harus memberi tahu mencontreng itu Bahasa Jawa mencentang. Mereka sudah tahu kalo caranya mencentang, tapi belum tahu dimana letak centanganya, apa di dalam kotak (di kertas suara), di belakang nama (caleg) atau di bawahnya," katanya. (bgs/anw)











































