Purnawirawan TNI AD Optimistis Koalisi Parpol dalam Pemilu

Purnawirawan TNI AD Optimistis Koalisi Parpol dalam Pemilu

- detikNews
Jumat, 13 Mar 2009 17:35 WIB
Jakarta - Sejumlah purnawirawan TNI Angkatan Darat optimis dengan adanya koalisi sejumlah partai politik dalam Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Hanya saja, banyaknya  parpol dan capres berekses banyak yang bisa mengusik ketentraman, menimbulkan konflik dan kekerasan, yang bisa membuat malapetaka baru.

"Dalam pemilu ini kita merasa optimis, karena ada rasionalisasi bahwa di bumi Indonesia ini tidak ada orang yang menang sendirian, pasti akan berkumpul dengan orang lain.

Koalisi-koalisi yang dilakukan sejumlah parpol, kita menandakan bahwa itu tidak bisa menang sendirian," kata Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) Letjen (Purn) Soerjadi di kantornya, Jl Matraman Raya, Jakarta Timur, Jumat (13/3/2009).

Menurut mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) ini, koalisi ini seperti yang dikatakan para founding father dengan istilah gotong royong atau kekeluargaan di bidang politik agar pemerintahan yang tebentuk kuat dan stabil.

"Itu adalah sesuatu yang baik. Tapi, kita juga mengingatkan ada hal yang tidak baik mengenai banyaknya parpol dan capres, seperti ingin memburu kekuasaan, tentunya eksesnya banyak," jelasnya.

Soerjadi mengatakan, dalam inventaris PPAD terdapat empat masalah yang bisa menimbulkan ekses liar dan berpotensi menggangu serta mengancam keberhasilan Pemilu 2009. Pertaman, banyaknya parpol justru dinilai tingginya hasrat memburu kekuasaan.

Kedua, kesiapan KPU dan KPUD yang kedodoran serta keterlambatan dalam masalah logistik pemilu. Ketiga, mahalnya biaya pemilu sebesar Rp 96 triliun. Keempat, pemilu yang dibayangi krisis ekonomi global akan berdampak pada pemerintahan hasil pemilu mendatang bila tidak kuat da berkualitas.

PPAD, lanjut Soerjadi, juga mengajak kepada seluruh masyarakat untuk tidak golput. Alasannya, peran aktif masayarakat dalam menggunakan hak pilihnya itu justru akan menghasilkan jajaran legislatif dan presiden yang berkualitas, serta berkomitmen terhadap Proklamasi Kemerdekaan, Pancasila dan UUD 1945.

"Kepada segenap anggota TNI dan Polri aktif, kami anjurkan agar tetap konsisten pada perintah Panglima TNI dan Kapolri untuk bersikap netral dalam pemilu ini. Sebab, tidak digunakannya hak politik prajurit merupakan pengorbanan bagi kepentingan yang lebih luhur, yaitu keutuhan bangsa dan negara," tandasnya.
(zal/ken)


Berita Terkait