Parpol di Solo Keberatan Perubahan Mendadak Jadwal Kampanye

Parpol di Solo Keberatan Perubahan Mendadak Jadwal Kampanye

- detikNews
Kamis, 12 Mar 2009 14:55 WIB
Parpol di Solo Keberatan Perubahan Mendadak Jadwal Kampanye
Solo - Sejumlah perwakilan parpol mengaku kerabatan atas tindakan KPU mengubah jadwal kampanye terbuka secara mendadak. Ada sejumlah alasan diajukan, dari pemesanan konsumsi, pengisi acara hingga prosedur pengurusan izin ke polisi. Ada juga yang menilai KPU kota tak punya nyali atas tekanan KPU Pusat.

Hal tersebut terlontar dalam pertemuan KPU Kota Surakarta dengan perwakilan parpol di Balai Kelurahan Manahan, Solo, Kamis (12/3/2009) siang. Pertemuan itu diadakan untuk membahas perubahan jadwal kampanye terbuka untuk masing-masing parpol.

Sejumlah perwakilan parpol mengaku keberatan dengan perubahan itu. Misalnya adal yang mengaku telah memesan andong untuk kampanye sesuai jadwal semula. Ada juga yang mengaku telah memberi uang muka untuk lokasi atau pengisi acara sesuai jadwal semula. Tak sedikit yang mengaku memesan konsumsi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perubahan ini jelas mengacaukan semua persiapan yang telah kami susun secara matang. Biaya kampanye yang akan dikeluarkan partai akan semakin membengkak karena perubahan ini," ujar Muslich, Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu DPD PAN Kota Surakarta, yang hadir dalam pertemuan tersebut.

Ada juga perwakilan partai yang mempertanyakan independensi KPU. Mereka bahkan mencurigai KPU Pusat memiliki agenda tersembunyi dengan partai-partai tertentu terkait perubahan jadwal mendadak itu. Sedangkan KPU di daerah dinilai tidak punya keberanian bersikap secara profesional di hadapan KPU Pusat.

Lain lagi alasan yang diajukan oleh Dian Nusandari, Ketua DPC PNBKI Kota Surakarta. Dia memaparkan jadwal semula untuk partainya melakukan kampanye terbuka adalah 24 Maret, namun sekarang diibah menjadi tanggal 17 Maret. Itu artinya dia harus mempersiapkan semuanya hanya dalam waktu lima hari.

"Padahal untuk membuat pemberitahuan ke polisi saja, undang-undangnya mengatakan harus dilakukan paling lambat tujuh hari sebelum kegiatan dilaksanakan. Bisa-bisa nanti acara kami dibubarkan polisi karena dinilai menyalahi aturan, padahal kami melaksanakan aturan yang dibuat KPU," ujar Dian.

Lain lagi keberatan yang diajukan perwakilan dari PDP. Partai sempalan PDIP itu meminta jadwal kampanye untuk PDP tidak dibarengkan dengan 'saudara tua' untuk menghindari gesekan. Yang dimaksud sebagai saudara tua adalah PDIP. Pada jadwal terbaru itu, jadwal kampanye untuk PDP memang berbarengan dengan PDIP.

Ketua KPU Kota Surakarta, Didik Wahyudiono, mengaku dirinya sudah menduga akan muncul berbagai tanggapan dan keberatan dari parpol berkaitan perubahan jadwal kampanye tersebut. Semua persoalan itu juga sudah disampaikan ke KPU Pusat.

"Perubahan jadwal ini yang melakukan KPU Pusat. Kita melaksanakan jadwal ini sebaik-baiknya sambil bersama-sama mencari jalan keluar untuk persoalan teknis seiring perubahan jadwal ini. Misalnya masing-masing partai segera melakukan reschedulling pemesanan berbagai kebutuan kampanye," ujarnya. (mbr/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads