CSIS : Hidayat Punya Efek Negatif bagi Kalangan Nasionalis

CSIS : Hidayat Punya Efek Negatif bagi Kalangan Nasionalis

- detikNews
Rabu, 11 Mar 2009 17:37 WIB
CSIS : Hidayat Punya Efek Negatif bagi Kalangan Nasionalis
Jakarta - Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid dinilai tidak cocok berdampingan dengan tokoh nasionalis dalam Pemilihan Presiden
(Pilpres) nanti. Bahkan, Hidayat diprediksikan akan membuat perolehan suara
menurun.

"Hidayat sepertinya mempunyai efek negatif terhadap capres yang menggalang
basis dikalangan pemilih nasionalis," kata Peneliti CSIS Sunny Tanuwidjaja saat jumpa pers di kantornya, Jl Palmerah Barat 142-143, Jakarta Barat (11/3/2009).

Menurut Sunny, faktanya ketika Megawati dipasangkan dengan Sultan HB X perolehan suara mencapai 30 persen. Namun, saat berduet dengan Hidayat,
perolehan merosot pada angka 20 persen. "Suara ini lari kemana?" tanya Sunny.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu juga bila Hidayat menjadi cawapres JK, duet tersebut malah semakin sulit memperoleh dukungan suara. "Sudah enggak populer dipasang dengan Hidayat. Ini akan repot," imbuhnya.

Namun, lanjut Sunny, hal tersebut bukan berarti membuat partai lain menjadi
ragu jika ingin berkoalisi dengan PKS. Koalisi dengan PKS merupakan hal yang berbeda dengan mengangkat Hidayat sebagai capres/cawapres.

"PKS mempunyai kekuatan yang solid untuk mendorong simpatisannya yang loyal
untuk mendukung capres tertentu," jelasnya.

Dalam survei teranyar yang dilakukan 4 lembaga, yaitu CSIS, LIPI, LP3ES, dan Puskapol UI, mencatat perolehan suara akan didominasi 3 parpol besar yaitu, Demokrat (21,52 persen, PDIP (15,51 persen) dan Golkar (14,27 persen). Disusul PPP(4,15 persen), PKS (4,07 persen), PKB (3,25 persen), PAN (2,91 persen), dan Gerindra (2,62 persen).

"Partai-partai Islam mengalami stagnasi atau bahkan berpotensi turun," tandasnya.

(ape/anw)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads