Sekjen PPP: Pertemuan Suryadharma-JK Bukan Koalisi

Sekjen PPP: Pertemuan Suryadharma-JK Bukan Koalisi

- detikNews
Minggu, 08 Mar 2009 18:40 WIB
Sekjen PPP: Pertemuan Suryadharma-JK Bukan Koalisi
Jakarta - Manuver Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali yang merapat ke Golkar ternyata benar-benar manuver ribadi. Sekjen DPP PPP Irgan Chairul Mahfiz menilai manuver Surya hanyalah silaturahmi biasa dan jauh dari kesepakatan koalisi.

"Sesungguhnya pertemuan PPP dan Golkar belumlah merupakan kesepakatan koalisi, baru sebatas silaturahim dan komunikasi politik," kata Irgan kepada detikcom, Minggu (8/3/2009).

Menurut Irgan, PPP baru akan memutuskan kepastian koalisinya setelah mengetahui hasil Pemilu Legislatif. Karena hasil pemilu akan menjadi pijakan bagi PPP untuk melangkah dalam Pilpres 2009.

"Pertemuan tersebut bukanlah sebuah sikap final PPP. Karena sikap politik PPP mengenai kesepakatan koalisi dan pencalonan capres akan ditentukan setelah mengetahui hasil Pemilu Legislatif," kata Irgan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Irgan, keputusan koalisi dan mengusung capres harus dibicarakan terlebih dahulu dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PPP. Pesertanya melibatkan semua tokoh PPP mulai dari pengurus DPP sampai DPW seluruh Indonesia.

"Koalisi dan pengusungan capres itu ditetapkan dalam forum Mukernas yang diikuti dan dihadiri oleh Majelis Pertimbangan Partai, Majelis Syariah, Majelis Pakar, Pengurus Harian DPP, DPW seluruh Indonesia dan Pimpinan Departemen atau Lembaga DPP PPP," paparnya.

Bagi PPP, lanjut Irgan, jika memenuhi target 15 persen akan mengusung capres atau cawapres sendiri. Karena itulah, PPP sangat tegas dalam memutuskan masalah koalisi yaitu setelah Pemilu Legislatif

"Bagi PPP, penting sekali menunggu hasil Pemilu Legislatif. Andai mencapai target 15 persen, hasil kesepakatan Mukernas I pada Mei 2007 di Bandung, bukan mustahil PPP akan punya capres atau cawapres dari internal," paparnya.

Saat ini, lanjut Irgan, PPP terus melakukan silaturahim dan komunikasi politik kepada semua parpol peserta Pemilu.

"kurang tepat andai disebut PPP telah melakukan koalisi dengan Golkar, karena terlampau dini melakukan hal yang demikian, walau peluang untuk koalisi terbuka karena PPP punya hubungan baik dengan Golkar maupun Jusuf Kalla secara pribadi," pungkas caleg dari dapil Tangerang ini.


(yid/iy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads