"Pertanyaannya bisa nggak dalam waktu yang tinggal 43 hari ini, partai-partai kecil yang mendukungnya berpacu dengan waktu memperoleh dukungan suara untuk memajukan Deddy," ujar pengamat politik dari Carta Politica, Bima Aria, dalam perbincangan dengan detikcom, Rabu (25/2/2009).
Menurut Bima, pencapresan Deddy sedikit terlambat jika dibandingkan usaha yang harus ia lakukan untuk dapat maju dalam pancapresan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bima menambahkan, modal popularitas Deddy sebenarnya bisa digunakan untuk membuat capres dari partai besar melirik peluangnya menjadi cawapres.
"Bisa saja dalam perjalanan popularitasnya meroket, bukankah partai-partai lebih bersifat pragmatis," ujar Bima yang menganggap Deddy belum cukup pengalaman baik untuk posisi capres maupun cawapres. (lrn/nrl)











































