"Kami bertekad mengajak teman-teman yang lain, partai dan tokoh lain untuk membuat blok perubahan, yang membedakan dengan blok status quo. Blok status quo itu mereka yang sudah berkuasa tapi gagal menciptakan kesejahteraan rakyat, tapi ingin berkuasa terus," terang pria yang telah mendeklrasikan diri sebagai capres ini.
Rizal menyatakan ini usai menghadiri acara peringatan HUT Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN) di Hotel Cempaka, Cempaka Putih, Jakarta, Kamis (19/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mewujudkan itu, maka pada pekan depan akan ada pertemuan dengan tokoh-tokoh dan partai-partai lain.
"Kita peduli dengan rakyat, maka kita sepakat dengan perubahan," tegasnya.
Dia juga menyesalkan keputusan Mahkamah Konstitusi mengenai ambang batas pemilihan capres. "Kami nilai kurang tepat, seolah-olah yang disalahkan sistem, padahal sistem pemilu 2004 itu sudah bagus. Artinya siapa pun boleh ikut, dengan syarat minimum nanti terseleksi sendiri," urainya. (ndr/nrl)











































