"Secara struktural saya tidak terkait lagi dengan Golkar. Saya tidak jadi Dewan Penasihat karena JK (Jusuf Kalla) berpendapat Surya Paloh lebih tepat. Padahal Surya Paloh belum pernah memegang DPP Golkar," ujar Akbar dalam acara Rapimnas III Partai Pemuda Indonesia (PPI) di Hotel Sahid, Jl Sudirman, Jakarta, Minggu (15/2/2009).
Akbar heran mengapa Golkar tidak lagi memandangnya sebagai orang penting. Padahal dia telah membawa kemajuan di tubuh Golkar. Dia juga telah membawa Golkar melewati masa-masa krisis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian Akbar mengaku pantang menyerah dan tidak mau tinggal diam. Dia membuat Akbar Tandjung Institut dan membuat program siaran televisi untuk mengaktualisasikan diri.
Selain itu dia juga masih terus mengikuti perkembangan Golkar menjelang Pemilu dan Pilpres 2009. "Meski secara struktural di Golkar saya nggak ada, tapi saya masih memiliki tangung jawab dan fokus pada pencapresan Partai Golkar," tandasnya. (sho/ndr)











































