SBY Pindah ke Lain Hati, Sri Mulyani atau Hidayat?

Dinilai Menggantung JK

SBY Pindah ke Lain Hati, Sri Mulyani atau Hidayat?

- detikNews
Selasa, 10 Feb 2009 13:16 WIB
SBY Pindah ke Lain Hati, Sri Mulyani atau Hidayat?
Jakarta - Rapimnas Partai Demokrat sudah selesai. Namun PD belum menyampaikan siapa pendamping SBY dalam pilpres 2009. Direktur Indo Barometer M Qodari pun memprediksi SBY sudah pindah ke lain hati.

"SBY sudah dilihat pindah ke lain hati. Pindah ke lain hatinya laki-laki atau perempuan, saya tidak tahu," ujar Qodari sebelum diskusi opini publik dan strategi kampanye di Sari Pan Pacific Hotel, Jl Thamrin, Jakarta, Selasa (10/2/2009).

Menurut Qodari, kalau laki-laki, SBY akan memilih Ketua MPR Hidayat Nurwahid sebagai pendampingnya. Kalau perempuan, SBY memilih Sri Mulyani.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dugaan saya, SBY akan pilih teknokrat, Sri Mulyani. Orang yang bisa ngurus masalah ekonomi," katanya.

Sri Mulyani, lanjut Qodari, dianggap tidak akan mengganggu atau merecoki SBY. SBY sudah punya pengalaman bekerjasama dengan parpol.

"Apalagi parpol besar tapi ternyata ngerecokin, tukang injek kaki. Kalau nggak kasih konsesi, ya injek kaki. Kalau nggak dikasih konsesi, akan ancam interpelasi," jelasnya.

Namun SBY tetap saja mempunyai dua pilihan. Memilih tetap bersama Golkar alias Jusuf Kalla atau memilih partai lain. Jika memang pilihannya adalah JK, lebih untuk diumumkan sekarang.

"SBY sudah lama dengan JK. Sudah tahu kelakuan JK dan Golkar. Seharusnya sudah sangat bisa disimpulkan. Ini sebuah pilihan atau tidak. Kalau sudah pilihan, lebih baik diumumkan sekarang," tegasnya.

Dengan begitu, tambah Qodari, SBY memberikan kepastian kepada Golkar yang saat ini sedang gelisah. Kalau tidak memberikan kepastian, masyarakat akan menilai SBY menggantung JK.

"Pemilu sudah dekat. SBY harus paham psikologi orang-orang Golkar. Sebab Golkar partai besar tapi sampai sekarang tidak punya kepastian tentang capres. Bantulah memberikan kepastian itu. Kalau tidak disebutkan nama, orang akan mengambil kesimpulan SBY menggantung JK," analisis pengamat politik ini. (gus/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads