"Saat ini memang masih banyak masyarakat yang belum paham bagaimana tatacara mencoblos. Agar tidak menimbulkan masalah, KPU harus menggenjot sosialisasi," kata mantan Ketua Pansus RUU Penyelenggara Pemilu Saifullah Maksum pada detikcom Kamis (5/2/2009).
Menurut politisi PKB ini, KPU harus bekerja lebih keras lagi dalam mempersiapkan Pemilu 2009. Hal ini disebabkan karena masih banyak tahapan penyelenggaraan pemilu yang tidak tercapai sesuai jadwal yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya mengenai apa saja yang perlu dipersiapkan KPU dengan matang, Saiful menjawab, "Kalau janji ketua KPU dapat direalisasikan, yaitu mengirim semua logistik pemilu di daerah yang sulit dimasuki moda transportasi sebulan sebelum hari H, KPU tinggal menggenjot soal penyelesaian pencetakan surat suara dan sosialisasi," pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan sebagian besar warga Pekanbaru, Riau mengaku masih bingung soal tatacara pemberian suara pada pemilu mendatang. Kata contreng juga dianggap tidak populer bagi masyarakat di luar pulau Jawa.
Kebingungan warga Pekanbaru ini juga dialami mayoritas rakyat Indonesia. Hal ini disebabkan karena minimnya sosialisasi oleh KPU mengenai tata taca pemberian suara dengan mencontreng. (yid/iy)










































