"Teman-teman di Gerindra ini sudah mencalonkan saya sebagai presiden," ujar Prabowo kepada wartawan di sela-sela temu kader Partai Gerindra di Simo, Boyolali, Selasa (20/1/2009). Jawaban itu selalu diulang Prabowo setiap dimintai ketegasan apakah dia bersedia menjadi cawapres mendampingi Megawati.
Prabowo mengakui secara pribadi memang dekat dengan Megawati maupun Taufik Kiemas. Namun komunikasi politik terjalin antara dirinya dengan kedua tokoh itu tidak lebih jika dibanding dengan komunikasi yang dia bangun dengan tokoh-tokoh politik lainnya di Indonesia.
Karena itu, lanjut Prabowo, dia dan Gerindra juga belum menentukan pilihan untuk melakukan kesepakatan-kesepakatan dengan partai tertentu untuk berkoalisi.
"Dengan tokoh manapun kita jalin komunikasi yang baik. Demikian pula dengan partai politik manapun kita masih terbuka untuk melakukan kerjasama ke depan nanti," ujar bekas menantu Soeharto tersebut.
Ketika desak apakah sejauh ini sudah ada pembicaraan khusus antara dirinya dengan tokoh-tokoh di PDIP mengenai rencana menyandingkan dirinya dengan Megawati, lagi-lagi Prabowo menjawab, "Belum. Belum ada (pembicaraan) sejauh itu. Ya sekedar komunikasi biasa. Saya ini capres dari Gerindra."
Sementara itu Ketua Umum Gerindra, Prof Dr Suhardi, optimis partainya akan mendapat dukungan signifikan dalam Pemilu mendatang. Saat ini, kata dia, sudah lebih dari 7,2 kader yang memegang kartu tanda anggota (KTA) Partai Gerindra. Hingga akhir bulan ini ditargetkan lebih dari 10 juta pemegang anggota.
"Saat ini 7,2 juta pemegang KTA. Permintaan KTA saat ini jauh lebih banyak dibanding sebelumnya. Targetnya bulan ini sudah ada 10 juta KTA. Semua pemegang KTA kami asuransikan," ujar mantan Dirjen Rehabilitasi Lahan dan Perhutanan Sosial di Departemen Kehutanan tersebut.
(mbr/djo)











































