Deklarasi itu akan dilangsungkan Minggu (11/1/2009) pukul 13.30 WIB, bertempat di Gedung Gasebut, ITB, Bandung. Rencananya 5 ribu kader Partai Nasional Banteng Kerakyatan (PNBK) pimpinan Eros akan meramaikan acara itu.
Eros yang dihubungi detikcom mengatakan, deklarasi tersebut tidak ada hubungannya dengan pencapresan Rizal. "Yang lagi urgent dibutuhkan sekarang bukan capres/cawapres, sudah kebanyakan," ujarnya.
Karena itu, kepemimpinan dwitunggal akan menyoroti persoalan yang lebih besar, yakni perubahan menuju Indonesia yang sejati. Indonesia sejati, lanjut Eros, adalah Indonesia yang seluruh dan sepenuh jiwa dan raganya berdiri tegak dan berjalan lurus di atas rel UUD 1945 dan berpijak kuat pada Pancasila.
"Yang sekarang ditawarkan kan cuma pergantian (pemimpin), bukan perubahan. Padahal yang kita perlukan tidak cuma pergantian, tetapi juga perubahan," lanjut Eros.
Perubahan itu, menurut Eros, harus mengabdi kepada rakyat. Pemimpin yang tercipta juga haruslah pemimpin yang mengutamakan kepentingan rakyat.
"Kepemimpinan nasional yang diperlukan Indonesia hari ini dan selanjutnya adalah yang berorientasi sepenuhnya pada tekad dan upaya mengembalikan harkat dan derajat rakyat. Rakyat harus benar-benar dapat hidup berkemakmuran dalam keadilan dan berkeadilan dalan kemakmuran," tandasnya. (sho/ken)











































