"Perlu proporsional. Kalau hasilnya bagus tidak perlu girang. Kalau hasilnya kurang bagus tidak perlu meriang," kata Anas kepada detikcom, Selasa (6/1/2009).
Menyikapi kontroversi, Anas setuju bila ada lembaga yang tugasnya memantau etika survei. Meskipun yang paling penting adalah etika internal lembaga survei sendiri agar tetap bisa obyektif dan independen.
"Survei adalah pekerjaan serius. Jangan sampai dirusak sendiri oleh lembaga-lembaga survei karena dipesan jadi tukang sulap," tegas mantan anggota KPU ini.
Anas membantah Partai Demokrat menyewa lembaga survei untuk mengunggulkan posisi partai dan SBY. Memanipulasi survei dinilai tidak akan ada gunanya.
"PD tidak mau menyewa lembaga survei untuk bikin sulapan angka. Buat kami, itu tidak ada gunanya dan malah menipu diri sendiri. Kami memantau hasil semua lembaga survei sebagai bahan evaluasi," kata mantan Ketua Umum PB HMI itu.
(iy/nrl)











































