Renungan bagi Bangsa Indonesia

Renungan bagi Bangsa Indonesia

- detikNews
Kamis, 31 Jan 2008 07:07 WIB
Jakarta - Turut menyatakan belasungkawa atas meninggalnya Bapak HM Soeharto (seorang kepala keluarga, yang menjadi salah satu warga di Jl Cendana). Saya tidak memandang Pak
Harto sebagai seorang mantan presiden atau apapun, yang jelas siapa pun dia yang
hidup di dunia sama seperti kita. Adalah manusia.

Untuk para petinggi di seluruh negeri ini. Apakah yang kau bawa apabila memenuhi panggilan Illahi? Tidak akan terbawa harta nan melimpah yang kau miliki, tak akan kau bawa jabatan yang kau dapati, dan tak akan kau bawa orang-orang di sekelilingmu yang setia kepadamu.

Yang kau bawa adalah hanya selembar kain putih atau sebuah kotak peti mati. Selama hidup kebaikan dan keburukan yang dibuatnya akan dipertanggungjawabkan seorang diri tanpa bisa diwakili oleh siapa pun di dunia ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wahai saudara-saudaraku sebangsa dan setanah air. Janganlah kita menghujat dan mencaci serta bersenang-senang di atas kesedihan dan penderitaan orang lain. Coba renungkan diri kita masing-masing! Akan bagaimanakah nasib bangsa kita ini ke depan?

Yang jelas secara kasar dapat dilihat, bahwa bangsa ini ke depan akan menjadi bangsa yang akan mengalami fase sulit dan mengalami kemunduran jauh dari sebelumnya. Semua ini seperti mata rantai yang tak bisa dipisahkan satu sama lain.

1. Dari segi ekonomi akan terjadi banyak pengangguran dikarenakan bertambahnya jumlah penduduk dan kesulitan faktor ekonomi. Banyak ditutupnya lapangan pekerjaan karena pihak pengusaha tidak bisa membayar upah para pekerjanya, dan pengusaha pun tidak bisa menarik keuntungan dalam hal pemasaran produknya baik di dalam negeri ataupun memenuhi kebutuhan pesanan luar negeri atau ekspor. Hal ini berkaitan dengan daya beli masyarakat yang semakin menurun. Terjadi kemiskinan di sana sini. Untuk makan saja sulit dan masyarakat pun lebih mengutamakan perut.

2. Dari segi sosial, terjadi perbedaan yang mencolok dari tingkat kehidupan di propinsi-propinsi, yang disebabkan oleh tidak meratanya pembangunan ke seluruh negeri. Hal ini dapat memperburuk keadaan yang bisa mengakibatkan terpecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.

3. Dari segi pendidikan akan terjadi peningkatan jumlah penduduk yang tidak bisa mengecap bangku pendidikan, walaupun pemerintah mencanangkan program BOS, yang terjadi adalah pengkotak-kotakan golongan, derajat sekolah-sekolah yang ada di negeri ini, adanya sekolah unggulan, sekolah percontohan dan lain sebagainya. Tidak tegasnya pemerintah mengarahkan sistem pendidikan dan menjadikan pendidikan di masa ini seperti proyek perencanaan uji coba, yang sebentar ganti metode ini dan sebentar itu.

4. Dari segi kesehatan terjadi penurunan kesadaran akan pentingnya kesehatan dan berdampak besar pada lingkungan sekitar.

5. Dari segi keamanan, efek dari bertambahnya jumlah penduduk dan tingginya tingkat kesulitan ekonomi dan susahnya mendapatkan pekerjaan, akan banyak terjadi kejahatan berskala kecil, menengah, dan besar. Mulai dari penipuan kecil-kecilan, penipuan yang dilakukan secara terang-terangan yang memakai kedok penjualan barang-barang di setiap mal, hingga kejahatan lainnya dari yang merugikan secara finansial bahkan sampai yang menghilangkan nyawa orang lain.

6. Dari segi pertahanan, pemerintah tidak akan bisa mengamankan seluruh daerah di negeri ini karena sudah tidak lagi berkumandang rasa persatuan dan kesatuan. Hal ini hanyalah tinggal sebuah kata yang saat ini tidak begitu bermakna bagi masyarakat kita. Ini adalah suatu kenyataan pahit. Rakyat sebenarnya menghendaki negara kita menjadi solid yang didukung oleh para petinggi yang ikut membela dan memperjuangkan nasib rakyat kecil.

7. Dari segi politik, merupakan suatu awal dari kurangnya rasa percaya dari masyarakat. Hal ini disebabkan oleh pihak elit politik kita yang tidak mau bersatu untuk membela kepentingan rakyat. Ini bisa dilihat dengan kasat mata bahwa para elit politik kita sibuk berlomba-lomba memisahkan diri dari suatu kesatuan guna mencari kendaraan politiknya masing-masing yang sebetulnya disadari hanya menguntungkan kelompok tertentu dan akan menimbulkan perpecahan bagi bangsa ini.

Kita harus optimis untuk bisa membangun negeri kita ini menjadi negeri yang lebih baik dari sebelumnya. Negeri yang makmur, aman, tentram, dan sejahtera yang tidak pernah ada di dunia ini dan hanya ada dalam angan-angan (negeri dongeng belaka).

Tapi, sebaiknya kita bisa mencoba untuk merealisasikan apa yang ada dalam angan-angan tersebut setidaknya berusaha untuk menciptakan negeri yang lebih baik dalam kondisi ekonomi, sosial, politik, pendidikan, kesehatan, pertahanan, dan keamanan.

R Sammuel Kusuma
Jl Kp Cakung Bekasi
Sammuel_Kusuma2000@yahoo.com
081387730066

(msh/msh)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads