Kembali ke ASI
Rabu, 04 Jul 2007 10:52 WIB
Jakarta - Kenaikan harga susu seharusnya jadi momentum untuk kembali ke ASI. Saat ini iklan susu formula sudah keterlaluan dan melanggar kode etik internasional pemasaran susu pengganti ASI yang dikeluarkan WHO. Dengan kenaikan harga susu seharusnya ibu-ibu yang bijak kembali ke pemikiran yang benar. Bayi hingga usia 6 bulan ASI eksklusif adalah satu-satunya yang terbaik. ASI harus diberikan kepada bayi hingga anak berusia 2 tahun.Saya miris sekali melihat tayangan di salah satu televisi swasta yang menggambarkan ibu dari kalangan bawah terpaksa memberikan air tajin kepada bayinya yang berusia 3 bulan karena harga susu formula tak terjangkau. Mengapa tidak memberikan ASI. ASI jelas memiliki kandungan nutrisi yang tak tertandingi oleh susu formula apa pun. Bahkan dengan susu formula yang paling mahal sekalipun.Pemerintah Indonesia terkesan tidak peduli dengan penderitaan rakyat. Penunjukkan duta ASI hanya sekedar basa-basi. Bahkan iklan ASI eksklusif yang ditayangkan dengan model Ibu Negara pun kalah frekuensi pemunculannya dengan iklan susu formula yang begitu bejibun.Sekarang saatnya kembali ke ASI yang penuh nutrisi. Bisa memberikan imunitas kepada anak hingga dewasa. Dan, tentunya tidak perlu dibeli. Pemerintah perlu mengupayakan agar ibu hamil diberikan kesempatan pertama untuk menyusui bayinya secara langsung. Pemerintah perlu mengatur kembali cara pemasaran susu formula yang kini jelas-jelas telah melanggar kode etik internasional.Yuyuk AndriatiJln. Kesehatan IV No. 1 Bintaro Jakarta Selatanyeye_lucu@yahoo.com0811971509
(msh/nrl)











































