Seperti kita semua tahu nama 'Markus' yang paling terkenal adalah 'Markus' yang menulis salah satu Kitab Suci Umat Kristiani yang notabene adalah salah satu orang yang cukup dihormati oleh seluruh pemeluk Agama Nasrani. Dan, pasti dikenal dan dihormati oleh pemeluk Agama Nasrani yang jumlahnya tidak kurang dari 3 miliar orang (kurang lebih separoh penduduk bumi).
Ingin saya tanyakan apakah para praktisi media yang terhormat tidak mengenal nama Markus (saya yakin banyak di antara praktisi Media yang juga beragama Nasrani). Dan, apakah tidak ada sedikit saja penghormatan pada nama ini lalu mengganti istilah 'Markus' yang jelas-jelas berkonotasi negatif itu.
Banyak alternatif yang bisa dipilih untuk mengganti istilah 'Markus'. Misalnya dengan 'Markas' yang saya rasa lebih pas.
Inilah antara lain yang dikhawatirkan oleh para ahli bahasa kita mengenai penggunaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pemakaian istilah yang semaunya dan terkesan asal comot itu pastilah menyakiti hati dan perasaan orang yang menghormati nama tersebut. Paling tidak terasa melecehkan.
Cobalah anda menggunakan istilah 'Umar' untuk yang berkonotasi negatif pastilah anda akan menuai badai dan itu juga sangat menyinggung perasaan orang yang menghormati 'Umar'. Tidak ada salahnya kalau media massa baik cetak maupun elektronik di tanah air memelopori penggantian istilah tersebut.
Cobalah lebih kreatif dengan tanpa menyakiti perasaan pihak lain. Terima kasih atas perhatiannya.
So Wee Ming
Jl Kran II No 18A - KMY
Jakarta Pusat
aming_cips@yahoo.com
0816801868
(msh/msh)











































