Apakah anggota dewan yang terhormat sudah tidak memiliki rasa solidaritas sosial dan budaya malu. Apakah anggaran untuk membeli jas dan pernak-pernik lainnya itu lebih urgen ketimbang untuk menolong rakyat yang terkena bencana gempa.
Apakah anggota dewan tidak berani membatalkan belanja biaya pelantikan dan memberikannya kepada rakyat korban gempa. Anggota dewan yang terhormat ternyata lebih mementingkan pernak-pernik pelantikan mereka sendiri daripada dana untuk menolong rakyat yang menjadi korban bencana gempa.
Kelakuan anggota dewan yang mengiris-iris hati rakyat banyak ini bukan pertama kalinya terjadi. Dewan yang terhormat itu pernah menyetujui kebijakan pemerintah terkait dengan kenaikan harga BBM. Dewan pernah juga mengesahkan UU BHP, PMA, Minerba, yang semuanya merugikan rakyat banyak. Hanya segelintir orang saja yang diuntungkan oleh UU tersebut.
Kini, anggota dewan perwakilan rakyat yang tidak terhormat kembali melakukan kezaliman dengan membuat sakit hati banyak rakyat. Sampai kapankah kezaliman ini akan terus berlangsung.
Handi
Jl Syiariddin 39C Jakarta
handi2009@gmail.com
085691771248
(msh/msh)











































