Petani dijadikan sebagai alat untuk menggerakkan popularitas mereka dan partai mereka untuk mendapatkan suara yang terbanyak. Hal ini dilakukan hampir semua partai politik.
Ini terjadi karena masyarakat Indonesia kebanyakan hidup dari pertanian dan petani sangat mudah untuk diombang-ambing serta mudah menerima sanjungan-sanjungan atau pun iming-iming untuk kesejahteraan mereka.
Bahkan, tidak sedikit partai politik mengklaim berhasil dalam melakukan pembangunan pertanian demi untuk mendongkrak popularitas mereka dan partai mereka. Terlepas dari itu harapan kita untuk petani dan pertanian di masa yang akan datang semoga lebih di tingkatkan lagi.
Oleh karena itu sangat tepat untuk kinerja awal nanti. Baik bagi anggota legislatif maupun presiden yang terpilih nanti benar-benar menepati janji untuk petani dan pertanian. Hal ini dilakukan untuk membentuk citra yang positif di mata masyarakat dan petani. Kalau benar-benar ditepati penulis yakin citra anggota DPR/ MPR, partai politik, dan presiden akan baik di mata petani.
Di samping menepati janji-janji politik untuk petani dan pertanian ada beberapa tindakan yang harus dilakukan untuk petani dan pertanian. Tindakan ini tentunya harus sesuai dan dekat dengan petani dan pertanian.
Sebelum penulis mengutarakan tindakan-tindakan penting untuk petani dan pertanian maka sangat perlu menyamakan persepsi tentang petani dan pertanian. Petani dan pertanian adalah dua kata yang sangat berbeda dan mempunyai makna yang berbeda juga. Selama ini banyak orang menyatukan kata tersebut.
Dua kata ini dipisah karena untuk mempertegas mana penggerak dan mana yang digerakkan. Selama ini fokus pemerintahan sekarang adalah pertanian bukan petani. Hal ini terlihat majunya pertanian tidak diimbangi dengan kesejahteraan petani.
Oleh karena itu di masa yang akan datang untuk para calon presiden dan anggota DPR/ MPR terpilih sangat perlu melakukan identifikasi masalah petani dan pertanian dengan bertingkat. Bertingkat di sini adalah mengidentifikasi masalah petani dan pertanian antar desa, antar kota, antar kabupaten, dan antar propinsi. Sebab, tidak semua masalah yang dihadapi untuk masing-masing desa beda propinsi mempunyai masalah yang sama. Setiap masalah mempunyai penanganan tertentu dan perlakukan yang berbeda.
Selama ini para pengamat dan pemerhati pertanian terlalu mengambang dalam mengutarakan pemecahan masalah petani dan pertanian tanpa mempunyai data dan masalah petani yang kongkrit. Oleh karena itu untuk menyamakan persepsi sangat perlu mengidentifikasi masalah petani dan pertanian secara bertingkat dan menyeluruh.
Dengan mengetahui masalah petani dan pertanian kita bisa berbuat dan melakukan yang terbaik karena sudah ada gambaran yang jelas dan pasti. Sehingga, penulis yakin dengan melakukan ini petani dan pertanian maju, makmur, sejahtera, dan tidak hanya itu, partai politik juga mempunyai mata di petani.
Oleh karena itu pemerintah yang akan datang menurut penulis sangat perlu membentuk Komite Percepatan Pembangunan Pertanian dan Kesejahteraan Petani. Dengan harapan dengan terbentuknya komite ini fokus untuk petani dan pertanian akan lebih baik.
Hasbullah SP
Jalan Pengadegan Utara I No 29 RT 11/06
Pancoran Jakarta Selatan
hasbule@gmail.com
02191320260
Penulis adalah mantan Aktifis Senat Mahasiswa Pertanian Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Pendiri Kelompok Studi Aplikasi Pertanian (KSAP).
(msh/msh)











































