Saya rasa sekaranglah saat yang lebih tepat untuk menyampaikan niat ini. Saya sudah sejak kecil hidup dalam kancah kehidupan politik, namun saya bisa mendengarkan dan memahami banyak sekali perkataan orang di partai politik, calon legislatif bahkan calon pemimpin negeri ini yang membicarakan perubahan, tapi tak satu pun yang membicarakan tentang kelangsungan ekosistem dan pelestarian lingkungan.
Perusakan hutan di negeri ini sudah di ambang batas kewajaran. Keseimbangan yang diciptakan oleh penduduk asli penghuni hutan sudah diracuni, hingga harimau kehilangan wilayah pencarian makan, hingga penduduk pedalaman kalimantan selalu menghisap asap, hingga salju abadi hampir punah dan hingga suhu di negeri ini kian panas, iklim tidak menentu, banyak fenomena alam yang aneh mulai muncul (Lumpur lapindo, panas bumi dalam rumah hingga batu ajaib Ponari).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kita harus memilih sekarang: Benahi sekarang atau anak cucu kita besuk akan bertanya-tanya, "Kenapa para orangtua kita dulu tidak pernah mau memanfaatkan kesempatan? Padahal mereka punya banyak kesempatan?" Kita memang punya banyak kesempatan sekarang sebelum semuanya terlambat.
Kita harus memilih berbuat sekarang atau bersikap masa bodoh karena esok kita tidak merasakan. Kita harus memilih berubah sekarang atau semuanya akan terlambat.
Jika kita tidak sempat memilih dan kita tidak mampu memilih dan anda orang yang percaya akan doa marilah kita berdoa agar orang-orang di sekitar kita tidak salah pilih, agar orang-orang yang terpilih mau mengubah sikap dan perilaku untuk bumi yang lebih baik, agar para pemimpin yang terpilih mulai menyadari untuk menyelamatkan bumi dan menghindari pemanasan global mulai dari sekarang. Karena sudah saatnya ada kekuatan sosial dan politik yang harus melindungi hutan dan bumi yang kita pijak. Sebelum semuanya terlambat dan kita kehilangan kesempatan.
*) Kusworo Rahadyan, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah, kusworo.r@gmail.com
(asy/asy)










































