Di musim panas pun kalau hujan deras mengguyur Kota Jakarta beberapa jam saja sudah mengakibatkan banjir sehingga dapat disimpulkan bahwa banjir di Jakarta saat ini bukan hanya disebabkan oleh banjir kiriman atau siklus lima atau seratus tahunan tetapi memang karena kondisi lingkungan di Jakarta.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh berbagai pihak. Terutama Pemerintah Daerah (Pemda) DKI Jakarta. Mulai dari tindakan preventif sampai tindakan antisipatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai pihak saling menyalahkan tentang penyebab banjir di Jakarta. Pemda DKI jakarta menyalahkan masyarakat yang membuang sampah sembarangan sehingga 6.000-7.00 ton sampah per hari menjadi penyebab tersumbatnya aliran air. Sementara warga Jakarta menyalahkan pemda yang tidak bisa membenahi sistem drainase di Jakarta sehingga hujan deras sebentar saja sudah bisa mengakibatkan banjir.
Tetapi, kalau kita mencoba menelusuri penyebab banjir di Jakarta, selain karena pembangunan tata kota yang terlanjur salah, minimal ada dua hal mendasar yang menyebabkan banjir di Jakarta, yaitu: budaya membuang sampah sembarangan dan buruknya sistem drainase. Padahal dua hal inilah yang menjadi standar minimal sebuah kota menjadi kota yang maju dan modern yaitu sistem drainase dan budaya membuang sampah.
Belajar dari beberapa kota di Jepang seperti Tokyo dan Yokohama, sistem drainase yang diterapkan telah mampu menanggulangi permasalahan banjir. Selain melakukan pendalaman dasar sungai, pemerintah Jepang membuat deep tunel berdiameter 12,5 meter untuk menanggulangi banjir.
Sementara untuk menanggulangi masalah sampah, Pemerintah Kota Tokyo dan Yokohama menerapkan aturan kepada warganya untuk memilah sampah mulai dari dalam rumah. Sesuai dengan peraturan yang berlaku kita harus memilah sampah sesuai dengan tabel yang diberikan pemerintah, juga diatur bahan pembungkus sampah dan jadwal pembuangannya.
Semua program di atas bisa berhasil karena tegaknya peraturan yang dibuat oleh pemerintah dan kesadaran warga kota untuk mentaati aturan yang dibuat pemerintah. Dan, kunci dari semua itu adalah keteladanan dari aparat pemerintah terutama pimpinannya.
Lalu, bagaimana dengan program penanggulangan banjir di Jakarta. Terlepas dari program apa yang akan dibuat Pemda DKI Jakarta untuk menanggulangi banjir sepertinya kalau program itu ingin berhasil maka haruslah disertai kemampuan Pemda DKI Jakarta untuk menegakkan peraturan yang dibuatnya sendiri dan membangkitkan kesadaran warga untuk mentaati peraturan dengan memberikan keteladanan. Dimulai dari gubernur dan aparatnya.
Abdul Majid K
4-4 futatsuya-cho, kanagawa-ku Yokohama
ibnuqomar@gmail.com
+818037586695
(msh/msh)











































