Mari Perangi Penyakit Korupsi

Mari Perangi Penyakit Korupsi

- detikNews
Kamis, 18 Sep 2008 09:32 WIB
Mari Perangi Penyakit Korupsi
Jakarta - Tidak terasa di tahun 2008 ini kita telah masuk di minggu ketiga bulan Ramadan. Seharusnya di bulan yang suci ini setiap umat Islam menjauhkan diri dari perbuatan yang tidak baik.

Namun, Rabu, 17 September 2008 kita dikejutkan dengan penangkapan salah seorang anggota KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) yang diduga menerima uang suap. Sejatinya sebagai anggota organisasi yang bertanggung jawab atas persaingan usaha perbuatan Muhammad Iqbal tidak pantas dilakukan mengingat orang-orang yang duduk di KPPU adalah orang yang memiliki independensi yang kuat.

Lantas sudah sejauh manakah peran KPPU sebagai sebuah institusi melakukan penegakan kode etik di lingkungan internal? Mungkin pertanyaan ini membuat KPPU merasa tidak nyaman tetapi yang jelas adalah penangkapan Muhammad Iqbal menambah daftar penyelenggara negara yang terlibat korupsi semakin panjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari mulai walikota, bupati, gubernur, menteri, duta besar, jaksa, polisi, anggota parlemen, dan lain-lain seluruhnya adalah mantan para penyelenggra negara yang memiliki pengetahuan dan disiplin ilmu yang baik. Namun, apakah itu semua (pengetahuan dan disiplin ilmu) menjadi sebuah ukuran.

Point positif patut kita berikan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Gebrakan demi gebrakan telah menunjukkan hasil yang menggembirakan.

Saya mengajak kepada khalayak ramai bahwa korupsi dan kejahatan sejenis adalah musuh bersama. Sudah banyak uang rakyat yang telah disalahgunakan hanya untuk memperkaya diri sendiri. Andaikan praktik good governance di negara kita berjalan dengan baik dan kebijakan transparansi dikedepankan niscaya tingkat korupsi di negara kita tidak akan menjamur.

Contoh beberapa negara tetangga kita telah berhasil dalam menerapkan kebijakan tersebut sehingga angka persentase kejahatan korupsi jauh di atas kita. Betapa bisa dibayangkan saat ini hampir seluruh sendi kehidupan di negara kita telah dirasuki dan dirusak oleh korupsi.

Sudah tidak ada lagi pelayanan publik yang gratis. Semua harus disertai dengan uang dan dilakukan dengan modus yang berbeda-beda. Tujuannya cuma satu agar proses pengurusan berjalan lancar.

Mudah-mudahan di bulan Ramadan ini kita semua bisa mengasah keimanan yang melekat pada diri kita lebih dalam. Bangsa dan negara kita masih punya keyakinan untuk bisa bangkit dan keluar dari penyakit korupsi. Jangan berikan contoh yang buruk kepada generasi-generasi penerus bangsa.

Mari kita perangi bersama penyakit korupsi.

Helmy Harahap
Perumahan Puri Beta Cluster Hujan Mas No 12 Tangerang
helmy_harahap@yahoo.co.id
0816842044

(msh/msh)


Berita Terkait