Empat Hari Nihil Titik Api, Karhutla di Kerumutan Riau Makin Terkendali

Empat Hari Nihil Titik Api, Karhutla di Kerumutan Riau Makin Terkendali

Mei Amelia R - detikNews
Rabu, 02 Sep 2026 15:46 WIB
Pantauan drone kondisi karhutla di Kerumutan, Pelalawan per 2 September 2026 sudah nihil titik api.
Foto: Pantauan drone kondisi karhutla di Kerumutan, Pelalawan per 2 September 2026 sudah nihil titik api. (dok. Polda Riau)
Pelalawan -

Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kerumutan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau kian terkendali. Hasil pemantauan selama 4 hari, titik api di wilayah tersebut nihil titik api (firespot).

Sebagai informasi, wilayah Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalwan merupakan salah satu lokasi prioritas penanganan aparat gabungan Polda Riau, TNI, dan Pemda. Area yang terbakar tersebut mencapai luas sekitar 964 hektare lebih.

Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara menyampaikan hasil pemantauan selama empat hari terakhir ini sudah tidak lagi terdeteksi titik api. Kondisi terkini diketahui berdasarkan pemantauan langsung di lapangan serta pantauan udara menggunakan drone di lokasi Karhutla Dusun Aur Kuning, Kecamatan Kerumutan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pantauan drone yang dilakukan Selasa (1/9/2026) sore sekitar pukul 18.05 WIB menunjukkan tidak lagi terlihat titik api di kawasan tersebut. Dari udara, petugas hanya mendapati asap tipis yang masih muncul di beberapa bagian lahan.

"Sudah empat hari tidak terdeteksi titik api. Hasil pantauan drone sore ini pukul 18.05 WIB di lokasi Karhutla Dusun Aur Kuning, Kerumutan, juga menunjukkan kondisi semakin terkendali. Tinggal menyisakan asap tipis di beberapa bagian," kata John, dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Dengan perkembangan tersebut, personel BKO Polda Riau dan Polres Pelalawan yang selama ini diperbantukan dalam operasi pemadaman dan pendinginan mulai dikembalikan ke kesatuan masing-masing. John Louis mengatakan penarikan personel dilakukan setelah mempertimbangkan perkembangan kondisi lapangan.

"Personel BKO dari Polda dan Polres sore ini kita kembalikan. Namun pengawasan tidak berhenti. Kondisi lapangan tetap kita pantau karena masih terdapat asap tipis dan karakteristik lahan membutuhkan kewaspadaan," ujarnya.

Pasukan darat dari PT Gandaherah yang wilayahnya berbatasan langsung dengan lahan terdampak masih disiagakan di sekitar lokasi. Personel tersebut tetap dilengkapi peralatan pemadaman dan alat berat untuk mempercepat penanganan apabila kembali ditemukan asap ataupun titik panas.

"Tim di lokasi tetap stand by dengan peralatan dan alat berat. Apabila sewaktu-waktu muncul asap atau terdeteksi hotspot, penanganan bisa segera dilakukan," jelasnya.

John menegaskan, tahapan penanganan saat ini mulai difokuskan pada pemantauan untuk memastikan kondisi lahan benar-benar aman setelah operasi pemadaman dan pendinginan intensif yang dilakukan tim gabungan.

"Kita ingin memastikan kondisi ini terus terjaga. Tidak ada lagi titik api, tetapi pemantauan tetap dilakukan untuk mencegah api kembali muncul," pungkasnya.

(mea/dhn)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini